|
|
|
|
![]() |
e![]() |
|
Atasi Krisis Listrik,
BNI akan Kucurkan Kredit
|
Krisis listrik yang melanda Sulut dalam beberapa tahun terakhir ini, merupakan masalah krusial yang harus segera diatasi. Pasalnya, kondisi ini jika tidak diseriusi, nantinya akan menjadi pemicu anjloknya investasi yang tentu saja sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menyikapi masalah ini, ber-bagai pihak baik pemerintah maupun swasta telah ber-upaya untuk mengatasainya, antara lain dengan adanya tambahan daya 15 Megawatt dari mesin genset yang diope-rasionalkan di Sawangan maupun 20 Megawatt dari PLTP Lahendong.
Bukan itu saja, pihak per-bankan yang selama ini lebih banyak membidik bidang per-dagangan maupun jasa, kini turut juga memberanikan diri untuk memberikan kredit pe-ngadaan listrik. Tak tangung-tanggung, meski baru dalam kisaran angka yang relatif ke-cil yakni dengan capaian pro-ject cost sebesar Rp 35 miliar, namun BNI 1946 meyakini bah-wa upaya yang dilakukan ini adalah langkah yang tepat. Dengan pertimbangan bahwa listrik merupakan kebutuhan yang tak dapat diabaikan. “Pinjaman modal ini kita beri-kan melalui Sentra Kredit Me-nengah (SKM) kepada PT Cip-ta Daya Nusantara untuk membiayai pembangunan lis-trik tenaga hydro power sebe-sar 3 Megawatt yang ada di Poigar. Dan rencananya akan running pada Januari 2007,” ujar Wakil Pemimpin BNI Wila-yah 11 Manado, I Ketut Sarbini dalam media gathering yang dihadiri pers nasional mau-pun lokal, di Hotel Quality, Selasa (19/12) kemarin.
Investasi listrik oleh pihak swasta tersebut lanjut Sarbini, nantinya akan dilakukan de-ngan sistem share yang pem-bagiannya sebesar 45 persen berbanding 55 persen. “Kita percaya bahwa proyek ini nan-tinya akan berhasil mengatasi krisis listrik,” katanya sem-bari menambahkan selanjut-nya rencana yang sama juga akan dilakukan di Ranoketang II Tombatu. Di mana investor yang ada telah menyatakan kesiapannya untuk mengatasi krisis listrik.(eda)
|
|