|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Warga kecam dinas terkait
Puluhan Ayam Bantuan Pemkab di Rumoong Bawah, Mati Mendadak
|
Proses pemulihan kasus flu burung yang sempat diprog-ramkan Pemkab Minsel be-lum lama ini di Desa Rumo-ong Bawah, Kecamatan Amu-rang Barat, dengan meng-gelar penyerahan bantuan ternak ayam, ternyata me-nuai kecaman dan protes da-ri warga setempat.
Pasalnya, dari ratusan ekor ayam bantuan yang diberikan Bupati Minsel, Drs Ramoy Lun-tungan di saat meresmikan De-sa Rumoong Bawah sebagai de-sa definitif, belakangan dike-tahui puluhan ekor ayam yang disalurkan Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel terse-but mati mendadak.
Akan hal itu, warga menilai kalau kinerja instansi terkait tersebut kurang profesional dan asal-asalan dalam me-nunjang program Bupati Lun-tungan untuk merehabilitasi nama baik warga yang ada di Desa Romoong Bawah.
Seperti penuturan tokoh ma-syarakat Desa Rumoong ba-wah, Julius Karundeng, kepa-da harian ini, kemarin. Menu-rutnya, meski belum sebulan bantuan ternak ayam diberi-kan Bupati Luntungan untuk mengganti ternak unggas yang sempat dieksekusi warga se-tempat, pada kenyataannya warga setempat kembali dike-cewakan dengan kinerja ku-rang tanggap dan bijak yang dilakukan instansi terkait yakni Dinas Pertanian dan Pe-ternakan Minsel.
“Dari sekitar 100 ekor ban-tuan ayam, yang mati sampai sekarang mencapai puluhan. Itu jelas membuat tanda tanya dan bingung warga,” tandas Karundeng.
Hal senada juga diungkap-kan tokoh pemuda Desa Ru-moong, yang meminta nama-nya tak dikorankan kemarin. Menurutnya, dengan adanya aksi ayam bantuan mati men-dadak tersebut, ini bakal memperburuk citra warga se-tempat menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.
Pasalnya, selain bisnis ter-nak unggas, khususnya ayam dan itik yang akan jatuh kem-bali seperti di bulan Agustus lalu, warga di Kota Amurang juga akan terus teringat de-ngan kasus flu burung. Se-hingga yang pasti, warga di Desa Rumoong akan terus di-kucilkan dan ini berdampak pada kesenjangan sosial yang sebelumnya mulai berubah.
“Sebagai warga, torang patut menyesalkan dan mengecam adanya pemberian ayam seca-ra asal-asalan tersebut. Masa-kan baru terima, itu ayam so mati. Jelas ini bakal mengun-dang reaksi warga lain, yang akan menilai Desa Rumoong ternyata belum steril dari ka-sus flu burung,” ujarnya.
Kadis Pertanian dan Peterna-kan Minsel, Ir Wangke Karun-deng ketika dikonfirmasi ke-marin, mengaku terkejut de-ngan adanya informasi terse-but. Menurut Wangke, kasus kematian ayam bantuan ter-sebut mungkin terjadi akibat perubahan cuaca bukannya isu flu burung.
Di mana, lanjutnya, ayam ban-tuan itu masih akan diperiksa kembali, apakah ayam khusus di daerah dingin atau tidak yang diambil pihaknya saat itu. “Ka-mi selalu memonitor di lapa-ngan. Mungkin itu ayam mati karena tidak terbiasa udara pa-nas di Amurang,” kelit Wangke.
Ditambahkannya, proses pe-mulihan atau pemberian ban-tuan ternak ayam di Desa Ru-moong Bawah itu diketahui masih dalam tahap uji coba. Di mana, untuk awal tahun 2007 mendatang, program restoking atau pemulihan lo-kasi, akan benar-benar ditun-jukkan Pemkab Minsel yakni dengan mengganti sekitar 2000-an ternak unggas yang sempat dimusnahkan secara massal tersebut.
“Warga tak perlu kecewa dan panik, soal adanya ayam ban-tuan yang mati. Itu pasti akan diganti, dan awal 2007 men-datang semuanya pasti mene-rima ternak unggas yang sem-pat dimusnahkan,” kilah Wangke.(pen)
|
|