HOME : FOOTBALL

Berita Minahasa Selatan 

20 December 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Warga kecam dinas terkait
Puluhan Ayam Bantuan Pemkab di Rumoong Bawah, Mati Mendadak

 

 IKUTI BERITA LAIN

Bersamaan dengan pelantikan di Mitra
Januari 2007, Luntungan Pastikan Mutasi Pejabat

Masyarakat Mitra Diimbau 
Merayakan Natal Tidak dengan Pesta Pora

APBD dan Premanisme Ramaikan Minsel

Pasar Murah Diserbu Ribuan Warga

Proses pemulihan kasus flu burung yang sempat diprog-ramkan Pemkab Minsel be-lum lama ini di Desa Rumo-ong Bawah, Kecamatan Amu-rang Barat, dengan meng-gelar penyerahan bantuan ternak ayam, ternyata me-nuai kecaman dan protes da-ri warga setempat. 
Pasalnya, dari ratusan ekor ayam bantuan yang diberikan Bupati Minsel, Drs Ramoy Lun-tungan di saat meresmikan De-sa Rumoong Bawah sebagai de-sa definitif, belakangan dike-tahui puluhan ekor ayam yang disalurkan Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel terse-but mati mendadak. 
Akan hal itu, warga menilai kalau kinerja instansi terkait tersebut kurang profesional dan asal-asalan dalam me-nunjang program Bupati Lun-tungan untuk merehabilitasi nama baik warga yang ada di Desa Romoong Bawah. 
Seperti penuturan tokoh ma-syarakat Desa Rumoong ba-wah, Julius Karundeng, kepa-da harian ini, kemarin. Menu-rutnya, meski belum sebulan bantuan ternak ayam diberi-kan Bupati Luntungan untuk mengganti ternak unggas yang sempat dieksekusi warga se-tempat, pada kenyataannya warga setempat kembali dike-cewakan dengan kinerja ku-rang tanggap dan bijak yang dilakukan instansi terkait yakni Dinas Pertanian dan Pe-ternakan Minsel. 
“Dari sekitar 100 ekor ban-tuan ayam, yang mati sampai sekarang mencapai puluhan. Itu jelas membuat tanda tanya dan bingung warga,” tandas Karundeng. 
Hal senada juga diungkap-kan tokoh pemuda Desa Ru-moong, yang meminta nama-nya tak dikorankan kemarin. Menurutnya, dengan adanya aksi ayam bantuan mati men-dadak tersebut, ini bakal memperburuk citra warga se-tempat menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru. 
Pasalnya, selain bisnis ter-nak unggas, khususnya ayam dan itik yang akan jatuh kem-bali seperti di bulan Agustus lalu, warga di Kota Amurang juga akan terus teringat de-ngan kasus flu burung. Se-hingga yang pasti, warga di Desa Rumoong akan terus di-kucilkan dan ini berdampak pada kesenjangan sosial yang sebelumnya mulai berubah. 
“Sebagai warga, torang patut menyesalkan dan mengecam adanya pemberian ayam seca-ra asal-asalan tersebut. Masa-kan baru terima, itu ayam so mati. Jelas ini bakal mengun-dang reaksi warga lain, yang akan menilai Desa Rumoong ternyata belum steril dari ka-sus flu burung,” ujarnya. 
Kadis Pertanian dan Peterna-kan Minsel, Ir Wangke Karun-deng ketika dikonfirmasi ke-marin, mengaku terkejut de-ngan adanya informasi terse-but. Menurut Wangke, kasus kematian ayam bantuan ter-sebut mungkin terjadi akibat perubahan cuaca bukannya isu flu burung. 
Di mana, lanjutnya, ayam ban-tuan itu masih akan diperiksa kembali, apakah ayam khusus di daerah dingin atau tidak yang diambil pihaknya saat itu. “Ka-mi selalu memonitor di lapa-ngan. Mungkin itu ayam mati karena tidak terbiasa udara pa-nas di Amurang,” kelit Wangke. 
Ditambahkannya, proses pe-mulihan atau pemberian ban-tuan ternak ayam di Desa Ru-moong Bawah itu diketahui masih dalam tahap uji coba. Di mana, untuk awal tahun 2007 mendatang, program restoking atau pemulihan lo-kasi, akan benar-benar ditun-jukkan Pemkab Minsel yakni dengan mengganti sekitar 2000-an ternak unggas yang sempat dimusnahkan secara massal tersebut. 
“Warga tak perlu kecewa dan panik, soal adanya ayam ban-tuan yang mati. Itu pasti akan diganti, dan awal 2007 men-datang semuanya pasti mene-rima ternak unggas yang sem-pat dimusnahkan,” kilah Wangke.(pen) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin