|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sulut Minim Tenaga Pemeriksa Keuangan yang Profesional
|
Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu yang menyebutkan soal pemborosan dana mi-liaran rupiah di Sulut, ter-nyata dipicu oleh minimnya tenaga pemeriksa bidang akuntasi keuangan daerah yang berkualitas dan profe-sional. Sehubungan dengan itu, Selasa (19/12) kemarin Wakil Gubernur Sulut, Freddy Sualang mendesak untuk di-lakukannya kegiatan bimbi-ngan teknis kemampuan au-dit akuntansi keuangan dae-rah secara berkala.
“Dengan kegiatan bimbi-ngan teknis ini diharapkan ke depan Sulut akan banyak me-miliki tenaga pemeriksa yang berkualitas dan profesional dengan kualifikasi pemeriksa di bidang akuntansi keua-ngan daerah,” ungkapnya.
Selain itu, Sualang juga menyarankan untuk dilaku-kannya bimbingan teknis au-dit investigasi Badan Penga-was Propinsi Sulut. Hal ini menurutnya sebagai salah satu upaya untuk menyedia-kan dan menyiapkan tenaga pemeriksa yang be-nar-benar profesional dan ber-kualitas.
“Kegiatan bimbingan teknis ini diharapkan juga dapat meningkatkan pengawasan melekat dan koordinasi secara terintegrasi antara aparatur pengawasan daerah,” katanya.
Lebih jauh Sualang menga-takan, di era otonomisasi dan globalisasi saat ini, gerak dan kegiatan pemerintah daerah mulai dari perencanaan, pe-laksanaan sampai pada peng-awasan sebagai suatu siklus mekanisme pemerintah diha-rapkan dapat berjalan seim-bang. “Ini semua pada prinsip-nya bertujuan untuk mewu-judkan tata kelola pemerintah-an yang baik dan bersih melalui penerapan kaidah-kaidah yang baik dalam pengelolaan ke-uangan daerah yang berorien-tasi hasil, profesionalitas, pro-porsionalitas dan keterbu-kaan,” jelas Sualang.(imo)
|
|