|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
2006, Sulut Penuh Kejutan
|
Tahun 2006 banyak hal me-ngejutkan yang terjadi di Sulut. Mulai dari temuan ikan me-ngandung formalin, bencana banjir, penyakit AIDS bahkan sampai wabah flu burung.
Maraknya penggunaan for-malin menjadi peristiwa pertama yang cukup mengejutkan warga Sulut. Betapa tidak, hasil temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada bulan Februari lalu menyebutkan bahwa penggunaan bahan pe-ngawet formalin pada produk ikan di daerah ini masuk kategori paling tinggi.
Belum tuntas masalah formalin, tiba-tiba saja di bulan yang sama muncul peristiwa yang lebih mengejutkan, yakni bencana banjir dan tanah longsor. Ben-cana tersebut tak hanya me-nyebabkan kerugian material ratusan miliar rupiah, namun juga memakan korban jiwa. Tak heran jika malapetaka ini menyisakan duka yang mendalam bagi warga Sulut.
Belum sempat hilang dari ingat-an tangis para korban bencana, Sulut kembali dikejutkan dengan persoalan baru yaitu penyakit AIDS. Data RSU Prof RD Kan-dou Manado berdasarkan survei Global Fund menyebutkan, sebanyak 91 warga Sulut positif mengidap HIV/AIDS. Sementara 817 klien lainnya masuk kategori tahapan konsultasi atau masih dicurigai.
Masuk bulan September 2006, lagi-lagi Sulut dihebohkan dengan peristiwa mengejutkan. Bahkan kali ini lebih hebat lagi. Pasalnya, untuk kali pertama daerah Sulut dinyatakan positif terjangkit wabah flu burung.
Beberapa perisitiwa menge-jutkan di atas tentunya menjadi peringatan bagi masyarakat Sulut. Ini harus dijadikan pe-lajaran agar kita dapat lebih waspada terhadap berbagai hal yang sewaktu-waktu dapat menimpa daerah ini.(*)
|
|