|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
PAD Melemah,
Kebijakan Pemekaran Positif
|
PENGHUJUNG tahun 2006, ditandai dengan dimekarkannya Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dari kabupaten induk, Sangihe. Tapi saya tidak mengulas bagaimana proses pemekaran ini, tapi apa dampak dari kebijakan pemekaran yang sudah mulai nampak di awal tahun.
Maklum, kebijakan pemekaran ini sontak memicu pertumbuhan ekonomi semata akibat kian be-sarnya suntikan dana pusat. Pembangunan infrastruktur eko-nomi yang mengalami kemajuan pesat tersebut, sayang tidak di-ikuti dengan munculnya kebija-kan yang dapat mendorong ber-geraknya dunia usaha yang ber-skala internasional guna memu-pus krisis lapangan kerja yang masih menjadi masalah besar. Akibatnya, SaTal seperti raksasa yang terpasung. Sumber penda-patan daerah masih berada pada titik yang lemah. PAD yang ditar-getkan Rp 17 miliar, hingga De-sember 2006 capaiannya baru sekitar 75 persen. Ini benar-benar menyedihkan. Padahal daerah ini punya sumber daya alam dan infrastruktur yang memadai untuk meraup untung.
Kendati begitu, kebijakan pe-mekaran wilayah ini membawa dampak positif bagi kesejahte-raan rakyat. Kabupaten Talaud misalnya, pada 2004 dengan PAD hanya mencapai Rp 800 juta pertahun. Kini pada 2006 naik sebesar 800 persen atau mencapai Rp 5 miliar per tahun. Sedangkan pendapatan per kapita dari kisaran Rp 1 juta pertahun kini mencapai Rp 3 juta lebih pertahun. Sedangkan per-tumbuhan ekonomi terus menan-jak di atas 4,8 persen untuk ta-hun 2006.
Sementara di Sangihe, pertum-buhan ekonomi secara makro menunjukkan angka kenaikan yang signifikan. Pada 2006 laju pertumbuhan ekonomi relatif meningkat menjadi 5,33 persen.
Dijelaskan Bupati Salindeho, pada 2001 pendapatan perkapita mencapai Rp 2.898.905, dan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 8,40 persen. Jika diban-dingkan dengan capaian pada tahun 2005 sebesar Rp 3.182.-200. “Pada 2006 terjadi kenaikan yang cukup signifikan lagi pasca- ramainya aktivitas perdagangan perbatasan dan membaiknya se-jumlah harga komoditi pertanian,” tandasnya.
Kinerja pemerintah ini dipan-dang sukses mengantar kema-juan kabupaten di perbatasan ini hingga 2006. Hanya saja, diper-lukan lagi langkah-langkah berani memanfaatkan posisi daerah ini sebagai pintu gerbang Indonesia dalam dinamika pasar global.(***)
|
|