HOME : FOOTBALL

Berita Kota Tomohon dan Sekitarnya

20 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Upeti Kontraktor = Proyek Amburadul

Oleh : Yandry Kandores


TERLAHIR sebagai kota baru hasil pemekaran, saat ini Kota Tomohon tengah disibukkan dengan berbagai pembangunan infrastruktur untuk menunjukkan identitas dan jati diri kota. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya proyek yang telah, sementara dan akan dikerjakan di Tomohon. 
Sepanjang tahun 2006 ini, tercatat ada sejumlah proyek yang telah direalisasikan. Antaranya, proyek hotmix, trotoar, drainase, renovasi sekolah, pembangunan puskesmas baru dan sejumlah proyek lainnya. Dari sekian proyek itu, yang paling banyak disorot dan dikeluhkan masyarakat di medio Agustus-Oktober yakni realisasi proyek hotmix, drainase dan trotoar. 
Mengapa? Banyak kalangan menilai, buruknya hasil proyek itu disebabkan ulah para kontraktor nakal (bandit) yang berhasrat meraup keuntungan tinggi tanpa memperhatikan mutu dan kualitas dari proyek yang dikerjakan. Selain itu mungkin saja disebabkan karena buruknya cost financing (perencanaan biaya), sehingga proyek itu dikatakan not saleable atau tidak ada nilai jualnya. Namun persolannya sekarang, sudah bukan rahasia lagi kalau kontraktor itu harus mengeluarkan upeti jika ingin mendapatkan suatu proyek. 
Sekarang dari mana upeti itu? Jelas bukan dari nenek moyang mereka, pasti dari dana proyek itu sendiri. Kepada siapa upeti itu? Silakan jawab saja sendiri! Lepas dari itu, buruknya hasil kerja suatu proyek tentunya tidak lepas dari buruknya perencanaan personal (SDM) para kontraktor termasuk pengawas proyek. Hal-hal mendasar itulah yang memungkinkan proyek yang sedianya direalisasikan untuk masyarakat dan kemajuan kota terkesan amburadul alias tak sesuai bestek. Menyikapinya, saat ini fungsi pengawasan proyek dituntut lebih berperan aktif. 
Selain itu, budaya upeti rasanya harus dihilangkan agar dana anggaran proyek tidak terpangkas dengan adanya upeti itu. Jika semuanya bisa diatasi, proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan sebagai pengiring langkah kemajuan Kota Tomohon pasti dapat direalisasikan dengan baik. Semoga. (***)



 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin