|
|
|
|
![]() |
![]() |
Inkai Skoci Agendakan SBY Cup di Manado
SETELAH sukses menggelar Kejuaraan Karate Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Cup di Jakarta, Inkai Skoci sebagai penyelenggara iven tersebut telah mengagendakan iven serupa di Manado. Bakal diangedakan iven tersebut di Manado diungkapkan Philip P Pantouw, yang juga adalah penggagas iven SBY Cup.
Menurut Pantouw, pihaknya telah mengagendakan iven tersebut setiap tahunnya. Kalau sebelumnya dilaksanakan di Jakarta, untuk tahun 2007 pelaksanaan iven tersebut akan diarahkan ke daerah lain. Salah satu daerah yang cukup representatif untuk iven itu, kata Pantouw adalah Kota Manado.
Mengenai waktu pelaksanaan, Pantouw mengaku belum bisa menetapkan secara pasti. Hanya saja, ia akan berusaha agar iven tersebut bisa dilaksanakan bersamaan dengan Kejuaraan Bridge International SBY Cup, yang gagal dilaksanakan tahun 2006. “Mungkin dua kejuaraan itu digaendakan pada bulan Juli 2007,” tutur Pantouw.
Lebih jauh dikatakan salah satu pengurus PB Inkai itu, kejuaraan SBY Cup bersifat terbuka dan kemungkinan bisa mengundang peserta dari luar perguruan Inkai. “Seperti pada iven SBY Cup tahun 2006, ada beberapa perguruan di Indonesia yang ikut berpartisipasi,” kata penggagas iven bertajuk Kermita Cup di Manado.
Selain kejuaraan karate, imbuh Pantouw, pihaknya juga berupaya untuk merealisaikan pelaksanaan kejuaraan bridge. Karena itulah, ia akan berusaha untuk mengetahui kalender bridge nasional agar iven tersebut tidak saling bertabrakan.(dni)
Potret Buram Cabang Atletik
KECERIAAN cabang atletik Sulut pasca menghasilkan tiga medali emas di PON 2004 tampaknya tinggal menjadi kenangan indah. Pasalnya, seusai menuai prestasi puncak di pesta akbar olahraga Indonesia, cabang atletik Sulut mulai terseok-seok. Imbasnya di tahun 2006 cabang yang dinakodai Djenri Keintjem harus melupakan sukses pasca Deysie Sumigar menjadi ikon.
Putusnya rantai pembinaan menjadi salah satu problem yang kini dihadapi oleh Penprop PASI Sulut yang dinakodai Djenri Keintjem SH. Memang sangat wajar kalau PASI Sulut sangat berharap pada Deysie. Sebab, dari sejumlah atlet senior, hanya Deysie yang masih mampu berprestasi. Dua rekan seangkatan Deysie yakni Debby Caroles dan Diana Walean selain prestasinya sudah mulai memudar, keduanya juga telah memilih jalan yang berbeda.
Debby misalnya. Meski masih bisa diandalkan di nomor estafet, tapi atlet bertubuh mungil ini telah memilih untuk berlabuh di Propinsi Banten. Kabarnya, peraih dua medali emas di dua PON terakhir telah didaftarkan sebagai atlet Banten. Sebagai buktinya, ia tampil bersama salah satu daerah di Porda Banten. Sementara Diana Walean, seusai menikah, ia memilih untuk mengurus keluarga.
Sebenarnya Sulut memiliki satu atlet yang ikut andil meraih emas di nomor estafet 4x100 meter putrid di PON Palembang. Tapi, tidak diketahui kemana Suryanita Olii berada. Kabar terakhir, ia mengikuti jejak Debby Caroles untuk pindah ke Banten. Dengan demikian, Sulut sangat berharap kepada Deysie Sumigar. Sayangnya, Deysie juga tengah didekati oleh daerah lain. Bahkan, informasi terakhir, Deysie sudah hijrah ke Kalimantan Timur.
Hilangnya kwartet peraih medali emas PON 2004 semakin menambah suramnya prestasi cabang atletik Sulut. Meski segala upaya sudah dilakukan oleh PASI Sulut, tapi untuk meraih prestasi puncak di kategori senior masih mustahil untuk saat ini. Harapan memang ada pada Agustina Bawele, yang sukses menyumbangkan medali perak di Kejurnas Atletik Junior di Medan. Tapi, untuk berharap banyak pada Agustina tentunya PASI Sulut perlu berpikir panjang. Sebab, selain masih minim pengalaman, usianya masih tergolong labil untuk mengharapkan suatu prestasi.
Sebagai contoh adalah ketika tampil di Kejurnas Atletik Antar PPLP di Papua. Ketika itu, kontingen PPLP Sulut sangat berharap Agustina mampu menyumbangkan medali untuk Sulut. Tapi, apa yang terjadi? Ia gagal meraih medali sekaligus melengkapi kegagalan PPLP Sulut dan atletik sepanjang tahun 2006. Potret buram prestasi cabang atletik memang diharapkan bisa segera teratasi manakalah enam atlet muda usia Sulut lolos dalam penjaringan untuk bergabung di pelatnas jangka panjang. Dengan berbekal enam atlet muda, kejayaan atletik Sulut diprediksi akan kembali ke masa jaya seperti yang diperlihatkan tiga ‘D’, Deysie, Debby dan Diana.(***)
|
|