HOME : FOOTBALL

Berita Ekonomi dan Bisnis 

21 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Perhatian Perbankan Terhadap UMKM Belum Maksimal


USAHA Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di daerah ini tidak dapat dipandang remeh. Sebab dalam pergerakannya yang terbilang sangat cepat, UMKM mampu mendominasi pelaku usaha sebesar 98 persen atau sekitar 35-45 ribu UMKM. 

Oleh karena itu, sangat tidak masuk akal jika pihak perbankan menutup mata dan tidak membe-rikan bantuan modal kerja. Pa-dahal, dalam menjalankan dan mengembangkan usaha, mereka merupakan ujung tombak pesat-nya laju pertumbuhan ekonomi di daerah ini.
Tetapi itulah kenyataan yang terjadi saat ini, perbankan terlihat sangat hati-hati. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dalam pengajuan persyaratan dan pro-sedur kredit sangat sulit dipenu-hi. Kondisi ini diakui pihak Bank Indonesia (BI), yang menyaran-kan agar dalam menunjang per-modalan UMKM, semua pihak yang terkait seperti lembaga ke-uangan, perbankan maupun BPR, dapat memberikan penyaluran kredit secara maksimal. 
Memang tak dapat dipungkiri bahwa selama ini, pelaku usaha UMKM banyak yang tidak me-ngetahui cara memasuki sebuah bank, merasa takut dan minder. Sehingga mustahil dapat menga-jukan kredit. Dengan kondisi se-perti ini, sudah waktunya bagi dae-rah ini untuk membentuk UMKM center. Hal ini penting sebagai ke-lancaran pemberian informasi dan komunikasi antara bank dan UMKM yang akan memroses pem-berian kredit secara cepat.
Selain itu, keberadaan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) da-lam menyikapi masalah ini dituntut juga lebih berperan. Sebab, UMKM selama ini banyak diperhadapkan pada kendala untuk mendapatkan kredit. Dengan demikian KKMB dalam hal ini tidak saja hanya se-batas pemberian kredit, namun ju-ga tetap berperan dalam memoni-tor perkembangan usaha. 
Menyikapi kondisi ini, Kepala Di-nas Koperasi Drs Sanny Pareng-kuan MAP, mengatakan tingkat ke-percayaan perbankan terhadap UMKM perlu dipulihkan. “Dengan membantu UMKM, kita telah mem-buka cakrawala dan memberikan rangsangan pada stakeholder lain-nya, baik perbankan maupun lem-baga keuangan lainnya untuk memberikan perhatian,” tam-bahnya.
Sikap prudent atau sangat hati-hati yang dilakukan perbankan juga banyak dikeluhkan oleh ba-nyak pelaku usaha, contohnya Direktur CV Bintang Daud yang saat ini mampu menguasai eks-por VCO, Nicoline Wullur. Diri-nya mengaku pernah mengaju-kan kredit ke salah satu bank, tetapi karena persyaratan yang sulit maka maksud tersebut ak-hirnya ditangguhkan. Hal yang sama juga dialami Sekjen APEKSU Emil Mamesah, diri-nya yang mengkoordinir sejum-lah kelompok tani pun harus me-nelan pil pahit akibat usahanya yang tak kesampaian.
Berdasarkan hasil laporan BI, porsi penyaluran kredit UMKM sampai triwulan III cenderung menurun, kendati secara umum masih menunjukkan peningka-tan. Secara triwulanan, UMKM tumbuh 2,64 persen atau tahu-nan sebesar 20,32 persen. Di mana dalam penyalurannya kre-dit UMKM didominasi kredit me-nengah sebesar 64,16 persen, mikro sebesar 6,39 persen dan kecil hanya sebesar 29,45 per-sen. Memang tak dapat dipung-kiri, kondisi ini disebabkan oleh tingginya rasio kredit bermasa-lah (NPL) yang berada jauh dari batas toleransi dengan capaian sebesar 6,51 persen.(eda)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin