|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Jubir Presiden: Yang berhak cabut mandat rakyat
Try Sutrisno Cs Diserang Balik
|
Kecaman Try Sutrisno cs terhadap kepemimpinan SBY-JK mengundang tanggapan balik yang menyudutkan mantan wapres tersebut. Pendapat Try dinilai salah kaprah serta tidak memahami perkembangan reformasi politik tanah air. Serangan balik terhadap Try Sutrisno ini dilancarkan Jubir Presiden, Andi Malarangeng dan kubu Partai Demokrat.
Malaranggeng mengatakan, warning Try Sutrisno disertai ancaman ‘mencabut mandat’ dan ‘people power’ terhadap SBY-JK, sebagai sesuatu yang aneh. “Menurut saya itu pen-dapat yang cukup aneh. Ba-gaimana seseorang bisa men-cabut mandat seorang presi-den yang dipilih langsung oleh rakyat. Kalaupun ada penca-butan mandat, yang bisa me-lakukan hanya rakyat yang memilih,” cetus Andi, Rabu (20/12).
Menurut Andi, jika Try ber-niat menjadi presiden, waktu-nya pun tinggal 3 tahun lagi. Try dapat maju jika memenu-hi syarat atau dengan mem-buat partai baru. Andi menga-ku hingga kini memang belum ada komunikasi langsung antara SBY dengan Try.
“Saya memang ingin tahu apa sebetulnya maksud per-nyataan-pertanyaan tentang pencabutan mandat dan per-nyataan pemerintah sekarang harus diberhentikan,” tandas Andi.
Secara terpisah, Ketua Bi-dang Politik DPP Partai Demo-krat Anas Urbaningrum me-ngatakan, Try cs sudah salah kaprah. Seharusnya, penca-butan mandat politik itu ha-rus diletakkan pada porsi yang pas, karena mandat SBY-JK sebagai pemimpin bangsa tidak diperoleh dari kelompok Try cs, melainkan dari proses pemilihan presi-den (pilpres) 2004 secara langsung.
“Pernyataan mereka tidak relevan dan tidak mendasar baik secara konstitusi sekali-pun. Jadi, mereka sepertinya tidak mengikuti arah dan arus dari perkembangan reformasi politik bahwa Pak SBY-JK tidak lagi dipilih oleh MPR,” kata Anas.
Menurut Anas, alangkah eloknya jika Try Sutrisno cs memberikan solusi terhadap persoalan bangsa ketimbang melemparkan pernyataan seperti itu. Sebab, pernyataan ’panas’ itu kata bekas anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya untuk merecoki jalannya pemerintahan.
Sebagai sesepuh bangsa, se-harusnya mereka arif dan bijaksana dalam mengkritisi pemerintahan. Dengan demi-kian mereka menjadi bagian dari penyelesaian problem bangsa.
Sedangkan pengamat politik CIDES, Indria Samego meni-lai, gertakan yang dilakukan Try Sutrisno cs terhadap ki-nerja pemerintah SBY-JK, ti-dak memiliki pengaruh politik apa pun karena hanya waca-na sesaat elit-elit politik masa lalu. Apalagi untuk menjatuh-kan pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat.
“Itu cuma masalah tataran wacana dan Pak Try bersama dengan para pemimpin itu sebenarnya sudah menyuara-kan cukup lama. Tidak ada efek apa pun, hanya kritikan biasa,” kata Indria. Menurut-nya, politik pencitraan yang selama ini dilakukan oleh SBY masih cukup efektif dan memiliki pengaruh yang kuat. Sehingga kritikan yang dila-kukan Try cs soal kepemim-pinannya tidak akan mampu meruntuhkan pemerintahan yang baru berjalan 2 tahun.
“Memang politik citranya SBY masih efektif. Nampak-nya politic of image masih penting dan para inner circle masih mempertahankan poli-tik itu,” ujar Indria. Bahkan, lanjut Indria, upaya impeach-ment yang pernah berulang kali dilakukan DPR pun selalu gagal. Dia mencontohkan ka-sus kenaikan BBM, impor be-ras, dan alokasi dana pendi-dikan.
“Memang kalau impeach-ment saya yakin akan terpe-cah seperti kasus impor be-ras, BBM, dan dana pendidi-kan. DPR pun sebagian besar merupakan pendukung SBY,” tandas Indria. Indria mengim-bau, jika mau fair maka biar-kan pemimpin yang sudah dipilih itu untuk bekerja. “Ta-pi kita berharap tahun depan bisa bekerja lebih baik,” im-buhnya.(rmc/dtc)
|
|