HOME : FOOTBALL

Headlines News  

21 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

JJM: Ini masalah serius 
Operasi Mawar Polisi Diduga Berbau Syariah


Operasi Mawar yang dilaku-kan Poltabes Manado pantas didukung. Namun sikap oknum petugas yang terkesan ‘over-acting’ dalam menjalankan ope-rasi, mengundang cibiran se-jumlah kalangan. Pasalnya, ada kesan operasi tersebut ditengarai mulai menjurus pada bentuk-bentuk hukum Syariah.
Pasalnya, ada warga yang hanya berdua saja di dalam mobil yang parkir di tempat umum, tiba-tiba digelandang ke kantor polisi. Hal ini mencuat saat pertemuan Anggota DPR 
Jeffrey Johanes Massie (JJM) dan konstituen, serta kala-ngan pers di RM Nelayan, Kalasey, kemarin (20/12). 
‘’Padahal kami baru saja se-lesai makan dan duduk dalam mobil. Tiba-tiba petugas da-tang dan meminta KTP. Me-reka tanya kalau kami suami- istri, lalu kami dibawa ke kan-tor polisi. Apa sudah tidak bi-sa perempuan dan laki-laki duduk dalam mobil?,’’ aku sumber yang menambahkan, saat kejadian berlangsung sekitar Pukul 19.30 Wita. 
Aduan yang sama pun di-sampaikan seorang pengusa-ha. Menurutnya, hal yang sa-ma menimpa seorang stafnya yang kebetulan sedang mem-beli pisang goreng. ‘’Petugas datang dan kemudian mena-nyakan KTP serta menanya-kan apakah suami-istri. Ka-rena bukan, mereka dibawa ke kantor. Ini aneh, apakah sudah tidak bisa wanita dan laki-laki di dalam mobil ber-sama?,’’ tandas sumber. 
Mendengar aspirasi konsti-tuennya, JJM mengaku kaget. ‘’Ini terlalu berlebihan dan menjurus pada penerapan berbau Syariah. Kita ini bukan di Afganistan di mana wanita tidak boleh berjalan dengan lelaki yang bukan muhrim-nya,’’ tandas Anggota F-PDS DPR RI ini. Ditambahkannya, ini juga bisa menjadi peng-hambat Kota Manado menuju Kota Pariwisata.
Oleh sebab itu, JJM memin-ta agar kiranya institusi yang berwenang tidak terlalu ber-lebihan dan kaku dalam me-nerapkan aturan. ‘’Ini saya kira masalah serius yang perlu disikapi bersama,’’ kata legisla-tor asal Sulut ini. Dia juga ikut menyentil soal isu ‘penutupan’ BreadTalk di kawasan Mega Mall. 
Sebab beredar informasi pe-nutupan itu disertai ‘penyege-lan’. ‘’Ini kan sangat tidak baik dalam menciptakan iklim investasi di daerah ini. Apalagi saya dengar pakai police line segala,’’ tandasnya seraya me-nyatakan heran bahwa hanya masalah commercial paper saja, sudah diperlakukan bak kriminalitas serius. ‘’Jangan dong begitu, pakai police line itu sama dengan kasus penge-boman saja. Ini harus dihin-dari dan jangan terulang lagi.’’
Pada bagian lain, dalam di-alog informal tersebut, ber-hembus juga keluhan soal pe-nyitaan sejumlah barang elektronik di sebuah toko akibat tidak disertai manual dalam Bahasa Indonesia. “Su-lut melalui pemerintah daerah tengah menggenjot upaya ma-suknya investor, tapi dengan cara-cara kaku dalam pene-rapan aturan yang menyulit-kan pengusaha, tentunya berdampak negatif terhadap masuknya investasi.’’
Kalangan wartawan yang ter-diri dari sejumlah petinggi re-daksi cetak dan elektronik juga ikut mengkritisi masalah-ma-salah yang dinilai menghambat investasi, serta bisa menjegal upaya Manado menuju kota pariwisata tersebut. Persoalan lainnya juga ikut dibahas ang-gota legislatif dan kalangan in-san pers ini, terutama masalah politik lokal dan nasional. Dari kalangan pers hadir Nico Paath dari Posko, Friko Poli (Komen-tar), Hendra Zoenardji (Swara Kita), Jemmy Saroinsong (Me-tro), Haris Van der Slot (Pacific TV), Jootje Kumajas (PWI), Vou-ke Lontaan (Media Indonesia), dan Rusdi Toaana dari Manado Post.(rik/*) 



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin