|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pontoh: Tentu akan ada solusinya
Karyawan PDAM Minahasa Terancam tak Terima Gaji
|
Seluruh karyawan PDAM Minahasa terancam tidak akan menerima gaji di bulan Desember ini. Pasalnya, ‘brankas’ keuangan dari instansi tersebut tidak mencukupi lagi untuk membayar hak dari 540 karyawannya. Akibatnya, bisa dipastikan seluruh karyawan harus gigit jari jelang Natal tahun ini.
Dirut PDAM Minahasa Ricky Pontoh SE Ak MBA ketika dimintai keterangannya tidak menampik hal itu. “Mau bagai-mana lagi? Saat ini kas PDAM tidak mencukupi,” ujar Pontoh ketika dihubungi via ponsel-nya, (20/12) kemarin. Ia men-jelaskan, persoalannya terjadi karena banyaknya tunggakan pembayaran rekening dari para pelanggan. “Perlu diketa-hui PDAM harus menyiapkan Rp 450 juta untuk gaji seluruh karyawan setiap bulannya. Sedangkan saat ini dananya tidak mencukupi. Padahal gaji karyawan sudah harus diberi-kan setiap tanggal 25 bulan berjalan,” ketusnya. Menyi-kapinya, Pontoh mengaku saat ini PDAM Minahasa telah membentuk tim yang akan disebar ke setiap unit PDAM untuk melakukan penagihan rekening warga. “Telah diben-tuk tim untuk melakukan pe-nagihan rekening. Kalau perlu akan diterapkan sistim dor to dor ke rumah pelanggan,” pa-par Pontoh. Namun begitu, Pontoh yang saat itu mengaku sedang berada di Jakarta menyatakan optimis gaji karyawan itu dapat dicairkan sebelum tanggal 24 nanti. “Ka-lau perlu saya akan jadi sin-terklas dan akan dibayar dulu dengan uang saya. Itu sudah komitmen dari pimpinan, apalagi disadari banyak ke-butuhan karyawan jelang Natal nanti,” katanya seraya mengimbau kepada seluruh pelanggan agar dapat melaku-kan pelunasan tagihan air PDAM tepat pada waktu-nya.(yha)
|
|