|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Polres Diminta Ungkap
Dugaan Penyimpangan Beras
|
Polres Minut di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Sungkono, diminta segera turun untuk menyelidiki dugaan penyimpangan terhadap penyaluran beras bantuan korban bencana kekeringan (beras-gate) tahun 2006 ini, di Kecamatan Wori.
Pasalnya, laporan warga dari beberapa desa yang telah disam-paikan oleh LSM Forum Peduli Masyarakat Pesisir (FPMP) Sulut, beberapa pekan lalu, sepertinya hanya didiamkan begitu saja. Sehingga dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) oleh oknum-oknum Dinsos Minut, biar pun tidak ada laporan resmi dari masyarakat, Polres Minut harus segera turun menyelidiki kebe-naran dari kasus itu. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Forum Generasi Muda Minut (Forgemmut), Novry Dotulong, kepada wartawan, Rabu (20/12) kemarin.
“Pihak kepolisian harus jemput bola terhadap dugaan penyu-natan ratusan ton beras ban-tuan itu, sebab bukannya Tipi-kor merupakan salah satu pri-oritas dari Polri untuk ditindak. Dan kalau hanya menunggu terus kami rasa tidak akan ada penyelesaian terhadap dugaan korupsi itu,” tandasDotulong.
Sebab, lanjut Dotulong, sangat jelas adanya keganjilan dalam penyaluran beras itu. Karena itu, jika Polres Minut mengusut tuntas dan berhasil mengangkat dugaan keganjilan penyunatan beras buat warga tidak mampu itu, maka kasus-kasus besar lainnya akan terungkap juga.
“Kalau hanya berpangku ta-ngan saja, maka masyarakat tetap akan menjerit tanpa di-dengar. Untuk itu, keprofesional kepolisian dalam hal ini sangat dituntut masyarakat Minut,” ujarnya.(oan)
|
|