|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tidak jelas apa yang dilakukan sekarang
Kinerja PDAM Dipertanyakan
|
Setelah hampir sebulan lebih dilantik menjadi Direktur Utama (Dirut) PDAM Minahasa Sela-tan (Minsel), kinerja Steivy Ta-nor SE Ak MM, mendapat soro-tan tajam dari masyarakat Amu-rang, khususnya dari kalangan tokoh pemuda.
“Sudah sebulan lebih dia (Ta-nor, red) dilantik, namun nyata-nya sampai sekarang ini tidak jelas apa yang sudah dilakukan PDAM Minsel. Ini patut diperta-nyakan, dan diminta kejelasan dari pihak PDAM lebih khusus dirutnya sendiri,” tandas Ketua Komite Nasional Pemuda Indo-nesia (KNPI) Amurang, Wantje NP Tuju, ketika dihubungi war-tawan ini, Rabu (20/12) ke-marin.
Ditambahkannya, selain kiner-ja yang ku-rang baik dalam me-nangani PDAM Min-sel, status domisili da-ri Tanor ju-ga menjadi tanda tanya besar di ka-langan warga Minsel. Di mana, dari informasi yang diterima me-nyebutkan kalau tempat ting-galnya masih di Manado.
“Yang ingin kami tanyakan, apa-bila ada hal-hal penting yang harus segera diselesaikan di Min-sel, apa harus mencari dirut ke Manado? Sebaiknya ini juga ha-rus mendapat perhatian dari Bu-pati Minsel, agar ke depannya nanti hal tersebut tidak menjadi batu san-dungan da-lam mewu-judkan ma-syarakat Minsel le-bih maju dan sejah-tera,” tegas Tuju.
Steivy Ta-nor sendiri ketika dikonfirmasi melalui dua nomor ponselnya, yaitu 081356066xxx, dan 085256-215xxx, ternyata tidak diaktifkan. Namun, dalam kesempatan se-belumnya ketika bersua dengan wartawan koran ini, Tanor menye-butkan kalau dirinya sudah men-cari rumah tinggal di Amurang.
Demikian halnya dengan kiner-ja PDAM Minsel. Menurut Tanor saat itu, Badan Usaha Milik Daerah yang dipimpinnya saat ini sudah melirik kerjasama de-ngan pihak Belanda atau WMD (Water Mascaepac Drenthe). Dalam Rencana Kerja Anggar-an Perusahaan (RKAP) PDAM Minsel, meski baru diisi 120 kar-yawan, menurut Tanor saat itu, dirinya tetap berkeyakinan un-tuk tetap bisa maju dengan me-ngoleksi sedikitnya 6.585 jari-ngan, dan yang aktif hanya men-capai 3 ribu SST (Satuan Sambungan Terpadu).
Namun, lanjutnya, lewat ban-tuan kerjasama WMD tadi kira-nya Januari tahun 2007 nanti PDAM Minsel akan menunjuk-kan aksinya dengan mendapat-kan suktikan dana yang menca-pai Rp 426 miliar lewat dana investasi penanaman modal asing.(vcq)
|
|