|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Lemahnya Sektor Investasi
|
PEMBANGUNAN sejumlah infrastruktur ekonomi sepanjang tahun 2006 ini pantaslah diacungi jempol. Tapi untuk sektor investasi hampir tidak menunjukkan geliat yang berarti. Kelemahan sektor ini lebih disebabkan kinerja aparat pemerintah dalam menciptakan daya tarik investasi begitu lemah.
Padahal Kabupaten Sangihe dan Kawasan SaTal pada umum-nya merupakan kawasan paling makmur di Indonesia bila mampu memanfaatkan kekayaan sektor perikanannya. Begitu penilaian Ir Satria Mandiangan, MSc, Waka-dis Perikanan Kabupaten Nabire dalam suatu kesempatan di Sangihe.
Menurut putra Sangihe yang mengabdi di tanah Papua itu, semua pakar perikanan dunia tahu di mana laut SaTal merupa-kan surga deposit perikanan ekspor terbaik di kawasan Asia Tenggara, Jepang dan Australia. Artinya, mutu ikan Sangihe yang terbaik karena memenuhi stan-dar kualitas terbaik untuk ekspor, sejatinya menjadi pemicu pemak-muran kawasan itu.
Sebagai solusinya, Pemerintah Sangihe harus segera mengubah pola kerja Dinas Perikanan. Mak-sudnya, harus lebih taktis dalam membangun kerjasama investasi serta melobi dana pusat untuk mempercepat pembangunan sektor perikanan. Sebab bila di-bandingkan dengan Kabupaten Nabire, sektor perikanan SaTal terbilang kalah jauh, padahal se-harusnya kondisi ini terbalik ka-rena mutu ikan terbaik di perair-an Indonesia itu ada di Sangihe.
Prinsipnya, dalam melakukan pekerjaa jangan terlalu menung-gu bola. Ibarat mengail hiu de-ngan umpan ikan teri. Untuk itu, dalam bekerja mendatangkan in-vestasi dan melobi dana pusat, harus ditongkrongi dan meng-gunakan jaringan yang kuat bukan menunggu pengasihan seperti yang terjadi selama ini di Sangihe. Manfaatkanlah jaringan lobi pusat untuk mendukung gu-liran dana dan investasi ke sana. Semoga tahun depan, waktu yang tepat di mana Kabupaten Sangihe dan kawasan SaTal pada umumnya akan menuai ali-ran investasi.(***)
|
|