|
|
|
|
![]() |
![]() |
Libatkan polisi dan Dishub
Sat Pol-PP Tertibkan PNS Keluyuran
Penertiban Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kerap dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sa-ngihe, ternyata tidak hanya terbatas di pusat kota, dan di rumah-rumah makan yang tersebar di Kota Tahuna. Namun, ke depan para abdi ma-syarakat yang menggunakan kendaraan ber-motor yang keluyuran di luar jam dinas juga bakal mendapat perhatian serius.
Bahkan, tidak tanggung-tanggung, upaya pe-nertiban ini bakal melibatkan Dinas Perhubungan dan aparat Satlantas Polres Sangihe, “ PNS yang terlambat ngantor khususnya yang menggu-nakan kendaraan dinas, di atas jam 08.00 Wita akan di tindak,” jelas KTU Satpol JTataung ke-pada wartawan baru-baru ini.(med)
Hujan terus mengguyur Satkorlak Siaga Satu
Banjir dan tanah longsor yang kerap melanda daratan Nusa Utara, tidak hanya disikapi serius warga yang bermukim di lereng-lereng gunung dan di bantaran sungai. Tetapi juga, mulai diantisipasi Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) dengan memberlakukan siaga satu, terkait dengan tingginya curah hujan yang terjadi di Sangihe dan sekitarnya.
Ini dibuktikan, Satkorlak yang di bawah komando Kesbang Lin-mas, kini selain sudah membentuk posko-posko penanggulangan bencana, juga sudah menyiagakan beberapa instansi yang masuk dalam tim Satkorlak. “Beberapa dinas yang masuk dalam Tim Satkorlak kini mulai disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi menyusul meningkatnya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini,” jelas JSS Lumiu SSos yang sebelumnya masih menjabat Kabag Humas Pemkab Sangihe.
Yang menarik, beberapa wilayah yang rawan banjir dan tanah longsor seperti di wilayah Tahuna-Manganitu, dan wilayah Tamako sudah di-warning. “Warga yang bermukim di daerah yang rawan bencana longsor dan banjsir seperti di wilayah Tahuna-Manganitu dan Tamako jauh-jauh sebelumnya sudah diingatkan,” tambahnya.(med)
|
|