HOME : FOOTBALL

Berita Bolamania dan Tribun 

22 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Lintas Berita Tribun 

 
Lumentut Puji Semangat Petenis Sulut
KETUA Umum Pengprop Pelti Sulut, Drs Vecky Lumentut MSi menyatakan salut atas perjuangan yang telah dilakukan petenis-petenis Sulut saat berkiprah di PORNAS II Korpri di Palembang. Dihubungi Komentar, kemarin, Lumentut, yang sempat memantau langsung perjuangan petenis-petenis Sulut di Palembang mengungkapkan hasil yang dicapai Sulut cukup spektakuler. Sebab, lawan-lawan yang dihadapi bukanlah sembarangan.
Diakui Lumentut, pemain-pemain Sulut yang notabene adalah anggota Korpri Sulut memiliki kemampuan teknis yang cukup bagus. Karena itulah, Pelti Sulut menurut rencana akan mengajak pemain-pemain tersebut untuk mengikuti seleksi pembentukan tim Sulut yang akan berkiprah di Pra-PON mendatang. “Pelti Sulut akan mencoba untuk memanggil dua pemain yang ikut PORNAS Korpri untuk ikut seleksi bersama atlet-atlet yang bakal direkrut dari luar Sulut,” tutur Lumentat.
Mengenai jadwal seleksi, Lumentut mengatakan masih akan mengatur seusai kontingen Korpri Sulut pulang dari Palembang. Hanya, saja ancar-ancar waktu seleksi adalah awal Januari 2007. “Sebenarnya kami ingin melakukan seleksi secepatnya, tapi karena saat ini semuanya disibukkan dengan hari raya Natal dan Tahun baru, kemungkinan seleksi baru bisa dilaksanakan bulan Januari,” tukar Lumentut, yang juga adalah Sekot Manado.(dni)

Rio Pantouw Rebut Perak di Vietnam
HASIL positif dipersembahkan karateka berdarah Kawanua, Rio Pantouw kepada Bumi Pertiwi ketika ia berhasil meraih medali perak di Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN XIII di Vietnam. 
Kendati masih belum optimal di kalangan senior, Rio, yang mulai aktif di kategori senior usai meraih medali emas di SBY Cup tahun 2006, kini mulai tampak matang. Apalagi, putra dari salah satu tokoh karate Sulut, Philip P Pantouw sangat serius berlatih dibawah penanganan Meyti Kaseger. 
Buah dari keseriusan Rio dalam menekuni olahraga keras adalah sederet prestasi yang diukirnya di beberapa iven junior. Walaupun sudah mampu meraih beberapa prestasi di tingkat nasional, Rio belum merasa puas sebelum ia mampu memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.
Karena itulah, ia selalu berusaha untuk bisa tampil optimal ketika membawa panji Merah Putih di tingkat international. Sayangnya, saat final di POM ASEAN, Rio harus berhadapan dengan karateka tuan rumah. Ia pun harus menyarah dan menerima kenyataan mendapat medali perak kendati menurutnya, ia tampil penuh percaya diri.(dni)

Youbert/Ferry Peringkat Satu Nasional HBN
WALAUPUN di Turnamen Hari Bridge Nasional (HBN) di Manado, Youbert Sumarouw/Ferry Sambuaga hanya berada di peringket kedua, tapi justru di tingkat nasional, keduanya berada di peringkat satu sekaligus mengalahkan Devy Manoppo/Thery Joseph. Menurut data di situs resmi Gabsi, Youbert/Ferry berhasil mengumpulkan poin tertinggi 72,68 persen.
Menurut pimpian pertandingan, John Tumewu, cukup wajar jika Youbert/Ferry berhasil meraih peringkat terbaik nasional, sebab penilaiannya adalah masing-masing board. “Saya belum tahu persis mengenai hasil nasional, tapi kalau Youbert/Ferry meraih poin tertinggi cukup wajar karena penilaiannya berdasarkan board,” tutur Tumewu.(dni)

Peringkat Nasional HBN 2006 (Box)
No Nama Pasangan Kota Persen 
1 Youbert Sumarauw-Ferry Sambuaga Manado 72.68 
2 Herry Zaman-Dodih Firmansyah Palembang A 70.75 
3 M. Rama Hendra-M Arief Syafei Palembang B 69.23 
4 Wasito-Bambang SP Surabaya Mangga 2 69.07 5 Devy Manoppo-Thery Joseph Manado 67.61 

Pencak Silat Sulut Kembali Eksis di Tingkat Nasional
KETIKA beberapa cabang olahraga mulai ‘tertidur’ tanpa prestasi nasional, cabang pencak silat tiba-tiba ‘terbangun’ untuk berjaya di sejumlah iven nasional. Dengan berbekal dua medali emas di Grand Final Sirkuit Pencak Silat Panasonic 2006, pamor Sulut kembali naik. Meski tidak menjadi juara umum, tapi hasil tersebut sudah bisa bersaing dengan daerah lain yang biasanya menguasai cabang olahraga bela diri ini.
Kerja keras para pesilat Sulut memang patut diacungi jempol. Meski harus berjuang sendiri untuk mendapatkan dana, para pembina dan atlet pencak silat tetap kontinyu berlatih. Harapan mereka adalah mendapatkan kembali peluang untuk mengembalikan citra Sulut di pentas nasional. Usaha yang dibangun oleh pendekat-pendekar Sulut memang tidak langsung. Sebab, ajang rayon seperti Sirkuit Indonesi Timur harus dilalaui oleh pesilat-pesilat muda.
Menariknya, dukungan untuk membangun kembali kejayaan Sulut mendapatkan suport dari pesilat-pesilat senior. Sebut saja nama Roy Maengkom dan Kasman Hulinggi serta Danny Kumenaung. Pesilat yang sering membawa harum nama Sulut itu kini turun gelanggang untuk sebagai pelatih membangun kejayaan pencak silat Bumi Nyiur Melambai.
Dengan sentuhan pesilat yang pernah mengeyam latihan di pelatnas tersebut, lambat laun, prestasi cabang pencak silat Sulut mulai naik. Pengky Simbar yang pernah istirahat total lebih dari dua tahun, kini kembali ke matras. Dibalik wajah yang cantik, Pengky ternyata memiliki naluri ‘membunuh’ lawan ketika bertanding. Itu diperlihatkannya ketika di final mengalahkan pesilat pelatnas, Salmawati dari Sulsel.
Kembalinya Pengky ke puncak prestasi diiringi dengan penampilan gemilang pesilat muda usia, Billy Paparang. Sayangnya, satu pesilat harapan, Amelia Roring gagal mempersembahkan medali emas setelah mengalami kekalahan di semi final. Kendati demikian, Amelia memperlihatkan potensi sebagai pesilat yang memiliki peluang untuk berprestasi nasional. Atas hasil tersebut, pesilat-pesilat Sulut bakal dipanggil untuk mengikuti seleksi nasional yang direncanakan tahun depan.
Hasil itu membuat wajah Komtek Pengda IPSI Sulut, Ventje ‘Encho’ Simbar berseri-seri.
Sayangnya, kegembiraan Encho harus sedikit tersendat karena ia harus memikirkan kelanjutan dari pembinaan pesilat-pesilat muda yang mulai bersemangat pasca kesuksesan Sulut di iven berskala nasional. Ia pun berharap sukses ini bisa menggugah pemerintah propinsi untuk lebih memperhatikan atlet potensial. Apalagi, pencak silat akan segera menjalani program latihan guna menghadapi Pra-PON yang sudah berada di depan mata.(***)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin