|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sarjana
Indonesia Tidak Siap Pakai
|
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Sofyan Djalil mengatakan, sarjana di Indonesia tidak siap pakai tetapi hanya siap latih.
“Lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih butuh pelati-han sebelum memasuki dunia kerja, setelah lulus, mereka mesti menempuh berbagai ting-katan pelatihan lagi,” kata dia dalam pidato sambutan pada wisuda Sekolah Tinggi Multi Media ‘MMTC’ Yogyakarta, Rabu lalu.
Menurut dia, tenaga kerja In-donesia terutama di bidang teknologi selalu dibayar lebih murah karena Indonesia belum siap menghadapi kemajuan teknologi yang perkemba-ngannya sangat cepat.
“Bayaran insinyur Indonesia dalam perusahaan telekomu-nikasi barangkali terlihat sangat besar, tetapi sebenarnya gaji ahli dari barat yang bekerja di sini bisa 10 kali lipat dari itu,” katanya.
Untuk itu ia berharap para sarjana tidak menghentikan proses belajar setelah mereka meninggalkan bangku kuliah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam persaingan global.
“Seperti yang dikatakan Al Ghazali, semakin saya tahu maka semakin saya merasa tidak tahu.
Semua hal akan terus ber-kembang,” kata dia. Khusus di bidang penyiaran, ia menga-takan perlu disiapkan rege-nerasi SDM yang mengerti tugas dan fungsi serta hak dan ke-wajiban dari media penyiaran karena media penyiaran bisa menjadi ‘koin dua sisi’.
Di satu sisi, media penyiaran mampu memainkan fungsi pengawasan, korelasi dan fungsi pewaris nilai-nilai sosial, namun di sisi lain media penyiaran juga berpotensi menjadi sumber kerancuan pada saat fungsi-fungsi tersebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya atau bahkan disalahgunakan.
Dalam kesempatan itu, men-teri juga mengatakan peman-faatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan ekonomi dengan signifikan yang sekaligus mem-berikan dampak kepada pe-ningkatan daya saing di per-caturan ekonomi dunia.
“Beberapa negara tetangga di Asia membuktikan bahwa pe-manfaatan kemajuan teknologi tersebut talah membawa nega-ranya melewati krisis ekonomi,” katanya.(miol)
|
|