|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Rica Lokal Hilang dari Pasaran
|
Sejak beberapa pekan terkahir ini, komoditi rica (cabe rawit) lokal mulai sulit didapatkan di pasaran. Sehingga untuk me-ngatasi ketersediaan rica, maka pasokan dari daerah lain seperti Surabaya dan Mataram-NTB menjadi solusinya. Situasi ini, tentu saja menjadikan harga rica terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Kepala Biro Ekonomi Gemmy Kawatu SE MSi dan Kepala Disperindag Sulut Drs Albert Pontoh MM mengatakan, agar masalah ini secepatnya men-dapat perhatian petani Sulut, yang dapat dikembangkan menjadi komoditi yang memi-liki nilai jual dalam musim apapun. Dan untuk maksud tersebut tentunya dibutuhkan teknik menanam.
“Memang dalam musim hu-jan, tanaman rica sering me-ngalami penurunan produksi. Sebab, banyak bunga yang jatuh. Hal ini seharusnya menjadi perhatian petani, untuk bagaimana memenuhi komoditi rica yang selama ini selalu kurang terpenuhi oleh pasaran,” ungkap keduanya.
Seperti diketahui, harga rica, hingga Kamis (21/12) kemarin mampu menembus Rp 55-60 ribu/Kg. Suatu angka yang fantastis, yang seharusnya dapat dinikmati oleh petani asal daerah ini.
“Selama ini, kita selalu ber-harap pasokan dari daerah lain. Padahal, jika komoditi ini kita budidayakan imbas-nya pasti akan menguntung-kan petani,” imbuh kedua-nya.(eda)
|
|