HOME : FOOTBALL

Headlines News  

22 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Polda Bantah Operasi Mawar Berbau Hukum Syariah


Polda Sulut secara tegas memban-tah jika Operasi Mawar yang dilaku-kan jajarannya di Poltabes Manado, berbau penerapan Syariah. Jubir Polda Sulut, AKBP Drs Benny Bella mengatakan, operasi yang dilakukan selalu mengacu aturan dan tidak ada kaitannya dengan hukum Syariah. 
“Dalam melakukan operasi, ada aturannya. Jadi kita tidak sembarang langsung mengamankan dan meng-angkut orang. Memang di Aceh hu-kum Syariah berlaku, tapi bukan ber-arti juga akan diberlakukan di sini (Sulut,red),” tukas Bella kepada ko-ran ini, kemarin (21/12).
Mengenai pemeriksaan KTP (Kartu Tanda Penduduk), kata mantan Panwasda Sulut ini, merupakan salah satu target dalam operasi. Ketika ditanya soal adanya warga yang hanya berdua saja di dalam mobil selanjutnya secara sepihak langsung digelandang ke kantor polisi, ditepis Bella. 
“Kami tak seenaknya lang-sung menggiring ke kantor po-lisi. Kemungkinan warga itu sewaktu ditanyai petugas ha-nya diam saja. Jadi petugas berpikir ada yang tidak benar telah terjadi,” akunya.
Bella juga membantah ope-rasi yang dilakukan kepolisian bisa menjadi penghambat Kota Manado menuju Kota Pariwi-sata. “Warga seharusnya me-ngerti dengan tugas kami. Ini semata-mata adalah untuk ke-pentingan bersama dan pene-gakan aturan,” tandas mantan Wakil Ketua Dekab Sorong ini.
Seperti diketahui, dalam jumpa konstituen bersama Anggota DPR RI Jeffrey Jo-hanes Massie Rabu (20/12) la-lu, sempat mengemuka lapo-ran masyarakat yang digiring polisi ke Poltabes hanya kare-na duduk berduaan antara le-laki dan wanita di dalam mobil.
Sumber mengaku, memang saat itu ditanyai soal KTP. Dan ketika salah satu tidak me-nunjukkan identitas, kedua penumpang di mobil itu ke-mudian dibawa ke kantor polisi. Di sana mereka menga-ku ditanyai soal istri atau sua-mi mereka, seraya diminta agar datang ke kantor polisi. 
Menurut sumber, perlakuan ini sudah sangat keterlaluan, karena mereka berdua di dalam mobil tidak melakukan apa-apa, dan baru saja makan untuk kemudian pulang. Tapi keburu diperiksa polisi dengan ditanyai macam-macam, sam-pai-sampai harus dikonfrontir dengan suami dan istri dari kedua penumpang di dalam mobil. Sumber lain juga mengatakan, ada seorang karyawannya diperlakukan sama ketika hendak membeli kukis pisang di kawasan Boulevard. Dan karena tidak ada suami, sehingga orang tua diminta polisi dipanggil.
Sementara itu, Jeffrey Massie mengingatkan, perlakuan tersebut agak berlebihan, karena bisa saja menimbulkan ekses tidak baik dan menjurus penerapan Syariah, di mana seorang wanita tidak boleh berjalan dengan seorang laki-laki yang bukan muhrimnya (suaminya). ‘’Ini bukan Af-ganistan,’’ kata Massie. 
Menurut Massie, jika perem-puan dan laki-laki ditemukan dalam kamar hotel bersama, mungkin polisi boleh mencuri-gai berlebihan. ‘’Tapi berlebi-han kalau hanya dalam ken-daraan yang diparkir di tem-pat umum, kemudian harus ditanyai suami-istri atau bukan.’’(jok) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin