HOME : FOOTBALL

Headlines News  

22 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Wacana Munaslub dari DPW menghentak 
Tewu: Ketum PDS Dijebak


Pasca rekonsiliasi dan pelan-tikan pengurus DPP PDS yang baru, berhembus lagi perma-salahan baru di internal partai ini. Beredar kabar bahwa 24 DPW meminta agar digelar Mu-naslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa). Hal ini dipertegas Constantin Ponggawa melalui konferensi pers di Jakarta, kemarin (21/12).
Ponggawa disebut-sebut mewakili 24 DPW tersebut. Ketua Umum DPP PDS, Ruyan-di Hutasoit (RH) juga turut hadir dalam konperensi pers tersebut. Namun belakangan sebagaimana informasi Wakil Ketua Umum DPP PDS Denny Tewu, ada kesan Ruyandi dije-bak dalam situasi tersebut. 
‘’Pak Ruyandi dijebak. Keda-tangan Ketua Umum untuk memenuhi undangan DPW PDS DKI dan bukannya kon-ferensi pers tersebut. Jadi ti-dak betul Ruyandi mendam-pingi Ponggawa dalam jumpa pers. Perlu diketahui juga posisi Pak Ruyandi di lantai 3, sedangkan jumpa pers itu di lantai 2. Jadi kegiatan itu seolah-olah dibikin telah disetujui Pak Ruyandi,’’ tegas Tewu. 
Atas tindakan Ponggawa ini, Tewu mengatakan, DPP PDS akan menetapkan sanksi ke-pada yang bersangkutan. ‘’DPP akan rapat pleno untuk mene-tapkan sanksi,’’ tukasnya. 
Sedangkan Ketum DPP PDS Ruyandi Hutasoit ketika ditanyai mengatakan, wacana Munaslub ini akan segera disikapi. “Kami telah membi-carakan persoalan ini dengan para penggagas wacana ter-sebut. Menurut saya di alam Demokrasi ini wajar jika ada kader partai yang ingin me-nyatakan aspirasi,” ujarnya. 
Meski begitu, sebagai pim-pinan partai, dia sangat meng-harapkan agar segenap kom-ponen partai tetap menjaga keutuhan serta kedamaian partai, dengan mengede-pankan kasih. “Secepatnya persoalan ini disosialisasikan ke seluruh pengurus partai baik di pusat maupun di dae-rah. Sebab akan menjadi bi-jaksana jika wacana munaslub ini, langsung disikapi,” pung-kasnya tanpa merinci sikap yang dimaksud. 
Sementara Ketua DPW PDS Sulut, Arthur Kotambunan ke-tika ditanyai, mengaku belum tahu soal isu munaslub terse-but. ‘’Saya belum tahu soal itu. Yang pasti kalau memang ada, sikap DPW PDS Sulut ter-gantung persetujuan Ketua Umum Ruyandi Hutasoit. Jika Ketum PDS setuju, maka kami juga setuju,’’ kata Kotambu-nan. Padahal disebut-sebut di antara 24 DPW PDS terdapat juga DPW Sulut. 
KABINET MANADO-BATAK
Pada bagian lain, kabinet baru DPP Partai Damai Se-jahtera (PDS) yang baru saja dilantik, didominasi politisi Batak dan Manado. Ini meng-gambarkan power sharing Ketua Umum, Ruyandi Huta-soit dan Wakil Ketum Denny Tewu. Dalam pelantikan terse-but, unsur Ketua DPP cukup gemuk, yakni berjumlah 27 orang. 
Di unsur Ketua DPP, sejum-lah politisi asal Manado diako-modir. Di antaranya Jeffrey Johanes Massie, Brigjen (Purn) Adolf Mambu, Gideon Mama-hit, Barbara Oudang Muntu, Dr Hendrik Ruru dan Theo-dora Kalesaran dan Drs Frederik Henky Bolang. 
Sementara di unsur Wa-sekjen juga berhamburan politisi asal Manado, seperti Grace Kaseger, Leo Lintang, Chris Rumansi, Lovey Ma-mangkey, dan Hendrik Assa. Sekjen sendiri Apri Sukandar adalah politisi berdarah Manado. Sedangkan politisi berdarah Batak di DPP, adalah mayoritas berkisar 60 persen dari keseluruhan pengurus. 
Pada bagian lain, Baik Ru-yandi maupun Tewu me-nyatakan, PDS kini kian solid. Soal konflik internal yang mendera selama enam bulan terakhir, berakhir dengan tersusunnya kepengurusan DPP PDS yang mengako-modasi semua potensi partai, baik dari kubu Tewu maupun Ruyandi.
Dalam kaitan itu, DPP PDS juga meminta maaf kepada konstituennya atas terjadinya konflik tersebut. Permintaan maaf itu disampaikan Ketua Umum DPP PDS Ruyandi Hutasoit, Wakil Ketua DPP PDS Denny Tewu, dan Sekjen PDS Apri Sukandar, dalam acara pelantikan pengurusan DPP PDS baru sekaligus Perayaan Natal 2006, di Jakarta, Rabu lalu.
Dalam kepengurusan baru DPP PDS, nama Denny Tewu yang sebelumnya tidak masuk kepengurusan, kini menjadi Wakil Ketua Umum PDS. Pe-rubahan komposisi kepengu-rusan itu mengakhiri konflik internal PDS. Dengan berak-hirnya konflik itu, DPP PDS kini lebih siap menghadapi agenda politik nasional, ter-utama Pemilu 2009.
Ruyandi Hutasoit mengata-kan masalah internal PDS sudah berhasil diselesaikan. “Jika ada persoalan internal partai, tentu ketua umum yang paling bertanggung-jawab. Karena itu, saya me-minta maaf kepada konstituen atas konflik yang telah terjadi, dan sudah terlewati,” katanya. Konflik itu, kata Ruyandi, bagian dari demokrasi, dan perbedaan itu sebagai bagian dari pendewasaan dalam berpolitik. 
Denny Tewu mengatakan, pihaknya telah menemukan solusi terbaik mengakhiri konflik. Kini seluruh jajaran PDS sedang menyatukan si-kap dan berusaha keras mem-besarkan partai.(zal/kg)



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin