HOME : FOOTBALL

Headlines News  

22 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Warga Poso Terjaring Razia di Bitung


Kegiatan operasi yang di-gelar Polres Bitung belum la-ma ini ternyata sempat men-jaring belasan warga penda-tang yang tak memiliki iden-titas pelengkap pribadi. Peme-
riksaan lebih diintensifkan pihak Polres Bitung karena sebagian besar warga penda-tang tersebut ternyata berasal dari Kabupaten Poso.
Hanya saja menurut Kapolres Bitung AKBP Drs Aridan Roeroe bahwa giat operasi tidak ditujukan kepada suku atau warga asal daerah tertentu. “Semua warga Indonesia sama di mata hukum. Kami juga menjaring puluhan warga Bitung yang ternyata tak memiliki identitas. Mereka dibina dan dipulangkan. Begitu juga dengan belasan orang pendatang asal Poso tersebut, kami periksa juga dan diambil semua data pribadi mereka. Kami perlakukan sama, tidak ada yang diistimewakan. Hanya saja dari hasil peme-riksaan pada belasan warga Poso, tidak satu pun dari mereka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” tegas Roeroe.
Ketika disinggung apakah benar Polres Bitung sedang mengendus sejumlah warga Poso yang diduga teroris tapi bersembunyi di luar daerah kerja mereka, Roeroe terlihat tersenyum. Dirinya menjelas-kan bahwa tindak lanjut temuan hasil giat razia mereka sudah dikoordinasikan ke lintas daerah dan dilaporkan ke Polda Sulut.
“Hasil pemeriksaan terhadap mereka sudah kami kirimkan lengkap dengan foto, data pribadi dan daerah asal ke Bank Data Polda Sulut. Untuk tindakan selanjutnya tentunya harus menunggu langkah koordinasi lintas daerah yang diinstruksikan oleh Polda Sulut setelah melewati kajian dan analisa. Tapi bukan hanya di Polda Sulut saja yang diberikan laporan, bahkan sampai ke Mabes Polri,” jelas Roeroe dengan senyum khasnya.
Meski terkesan sedikit menu-tupi hasil giat razia tersebut jangan sampai meresahkan masyarakat, tetapi dengan bijaksana, Roeroe menjelaskan fungsi intelijen yang sebenar-nya harus dipahami oleh war-ga. “Warga tidak perlu resah. Yang kami khawatirkan justru jangan sampai giat razia ini disalahtafsirkan hanya untuk warga tertentu. Sebagaimana penekanan dan instruksi Kapolri lewat Kapolda Sulut, semua warga sama di mata hukum, jika mencurigakan layak diperiksa dan itu tidak ada kaitan dengan suku, agama apalagi ras tertentu. Tidak ada unsur SARA dalam giat razia ini dan jangan sampai hal ini dipolitisir,” jelasnya.
Di sisi lain Roeroe menya-yangkan tindakan para pen-datang yang tidak melapor. “Padahal pemerintah mulai dari kepala lingkungan, hukum tua dan kelurahan selalu mengumumkan bahwa tamu wajib lapor 1 X 24 jam. Tapi ke-sadaran mereka untuk melapor sangat minim. Mereka-mereka inilah yang terjaring dalam operasi ini sebab tidak ada identitas dan tidak melapor ke aparat pemerintah terdekat,” pungkasnya.(irv)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin