|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Draf masih tertahan di eksekutif
Legislatif Minta Masukan Masyarakat Soal APBD
|
Proses
Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja
Daerah (RAPBD) Minut dipastikan bakal molor sampai
Januari tahun depan. Pasalnya, hingga kini draf
RAPBD masih tertahan di Pemkab Minut.
“Jika hal ini begini terus apa yang akan kita bahas. Dan ini kan suatu tin-dakan yang melanggar hukum. Se-bab, dae-rah lain APBD nya sudah se-lesai dibahas,” ujar personel DPRD Minut, Sius Papia
Menurutnya, keterlambatan ini tidak jelas sebab seharusnya draf itu sudah diserahkan ber-samaan dengan penyampaian pengantar nota keuangan AP-BD yang diparipurnakan Senin lalu. “Ini kan sudah melang-kahi me-kanisme. Sebab, se-harusnya waktu pe-nyampaian sudah di-lampirkan dengan draf supaya para ang-gota dekab sudah akan me-nyiapkan pandangan umum-nya,” tandas Papia.
Kendati begitu, sosialisasi tetap dilakukan oleh dekab ke-marin, di mana itu juga seka-ligus penyerapan aspirasi ma-syarakat mengenai APBD 2007. Dari sosialisasi dan penyerapan aspirasi itu yang diikuti ka-langan LSM Minut, terungkap beberapa hal yang perlu diper-juangkan dekab nanti dalam pembahasan.
Di antaranya soal pengadaan mobil sampah, KTNA ke Penas dan studi banding ke Thailand, alat tanam hand traktor, serta dukungan bagi Dekab Minut untuk mendapat anggaran le-bih sebab harus ada masa re-sesnya karena sudah dua ta-hun ini Dekab Minut tak pernah ada masa reses untuk menye-rap aspirasi.
“Jadi ada beberapa pokok yang menjadi aspirasi di mana salah satunya yaitu dukungan bagi DPRD untuk mendapat alokasi dana menyangkut masa reses dan itu diminta diper-juangkan dalam pembahasan nanti,” kata Wakil Ketua Drs Denny Wowiling MSi.(oan)
|
|