|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Kilas balik perjalanan PKB GMIM di Xiamen
Tantangan dan Harapan Penginjilan di Cina(3)
|
Keadaan menjadi lebih parah pada tahun 1966. Mao, revolusioner yang menua itu, mungkin merasakan bahwa revolusinya mulai menghilang. Program Loncatan Besar ke Depan (Great Leap Forward Pro-gram) pada tahun 1958 - 1960 gagal, dan kaum modernis dalam partainya mulai resah. Ia kemu-dian meluncurkan Revolusi Ke-budayaan yang tidak beradab, yang menimbulkan histeria, khususnya di antara orang-orang muda, melawan apa pun yang berbau pengaruh asing. Para pemimpin komunis sekalipun tidak luput dari pengaduan atau-pun penangkapan. Terjadilah huru-hara massal. Kegiatan di bidang seni dan akademis di-batasi, termasuk juga aktivitas-aktivitas gereja. Semua tempat ibadah ditutup dan orang-orang Kristen dilarang mengadakan pertemuan. Mao sendiri diang-gap sebagai dewa. “Buku me-rah kecil” (little red book) yang memuat fatwa-fatwa Mao sa-jalah yang dibaca dan dihafal, sedangkan Alkitab dibakar.
Meskipun huru-hara itu re-dam, kebijakan-kebijakan tetap bertahan sampai tahun 1976. Keduanya, Mao dan orang ta-ngan kanannya, Zhou Enlai, me-ninggal pada tahun itu. Deng Xiaoping, seorang moderat yang pernah disingkirkan, kem-bali berkuasa dan mulai mem-perkenalkan modernisasi. Yang paling menarik perhatian adalah “Gang of Four” (empat sekawan) yang memimpin Re-volusi Kebudayaan ditangkap dan diadili.(**)
|
|