|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sulut Keluar dari Krisis Listrik?
|
SEBAGAI sebuah propinsi yang sedang berkembang, kebutuhan akan listrik tentunya sangat mendesak diperlukan. Sayang, di Sulut kebutuhan ini justru masih menjadi sebuah persoalan. Mau bukti?
Sepanjang tahun 2006, ma-syarakat Sulut diselimuti krisis listrik yang memprihatinkan. Banyaknya warga yang meme-nuhi daftar tunggu pelanggan ditambah aksi pemadaman bergilir yang terus dilakukan pihak PLN menjadi indikator dari buruknya pelayanan listrik di Bumi Nyiur Melambai.
Bahkan iro-nisnya, hing-ga memasuki penghujung tahun ini aksi pe-madaman bergilir masih terus berlanjut. Malah jika sebelumnya hanya sekali dalam sehari kemu-dian berkembang intensitasnya menjadi 3-4 kali.
Beruntung, di tengah kondisi lis-trik yang merana akibat keti-dakmampuan pihak PLN, muncul sejumlah perusahaan swasta yang bergerak di bidang kelistri-kan untuk menawarkan kerjasama di bidang kelistrikan. Sayangnya, niat baik perusahaan swasta ditengarai terganjal lantaran dipicu rasa cemburu pihak PLN.
Meski begitu, pemerintah propinsi tidak tinggal diam. Buktinya, se-jumlah terobosan berhasil dila-kukan di antaranya dengan me-manfaatkan power plant berke-kuatan 15 MW milik PT New-mont Minahasa Raya yang te-lah dihibahkan. Power plant ini sendiri direncanakan beropera-si awal tahun 2007. Selain itu, pertengahan tahun 2007 men-datang Sulut dipastikan akan ketambahan daya sebesar 20 MW dari PLTA Lahendong dan 36 MW dari PLTA Poigar. Apa-kah ini pertanda masalah krisis listrik sudah menemui titik te-rang? Kita tunggu saja jawa-bannya.(*)
|
|