|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tomohon Menuju Kota Pariwisata
|
TARGET Kota Tomohon menuju salah satu Kota Pariwisata terbaik di tanah air terus dirintis. Berbagai terobosan dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Walikota Jefferson SM Rumajar SE. Ini dilakukan mengingat daerah hasil pemekaran Kabupaten Minahasa ini memiliki aneka ragam potensi kekayaan alam, budaya serta yang terpenting SDM yang bernilai jual.
Terobosan perdana pemerin-tah yang dinilai mengandung nilai historis bagi daerah ter-sebut, lebih luas lagi Tanah Toar Lumimuut, manakala digelarnya HUT Kota Tomohon ke-3 pada 27 Januari 2006 si-lam. Kala itu, kota yang ter-golong masih bayi ini tanpa sungkan-sungkan ‘mempro-klamirkan’ diri sebagai Kota Bunga.
Saat itu, ribuan warga yang puluhan di antaranya turis mancanegara dibuat berdecak kagum melihat atraksi parade (baca: pawai) konvoi kenda-raan berhiaskan macam-macam jenis bunga yang bela-kangan mulai dijadikan salah satu ikon Kota Tomohon. Tak heran, meski tidak tergolong akbar, namun pegelaran tersebut sempat mengundang perhatian beberapa media elektronik dan cetak nasional untuk meliputnya.
Kemampuan mengangkat po-tensi daerah ini memang men-jadi salah satu kelebihan se-orang Jefferson SM Rumajar di samping kepiawaiannya di pen-tas politik. “Jangan berlebihan menilai, sebab apa yang dila-kukan ini menjadi bagian dari penjabaran visi-misi kami (Je’s) semasa kampanye lalu,” ujar Rumajar merendah saat diwa-wancara di sela-sela hajatan tersebut.
Menurutnya, kenapa potensi bunga yang dimiliki daerah sejuk tersebut diangkat, itu le-bih kepada target dan momen-tum yang hendak dicapai. Yakni menempatkan Kota Tomohon sebagai salah satu daerah yang konsep pariwisatanya jelas dan terukur didukung sumber daya alam yang ada.
Ternyata gebrakan tersebut tak lama kemudian mulai me-nunjukkan tanda-tanda positif meski masih jauh dari yang di-harapkan. Beberapa daerah di luar Sulut yang mengetahui akan potensi yang dimiliki To-mohon mulai melirik daerah ini untuk melakukan transfer in-formasi. Kondisi ini makin di-pertegas ketika salah satu per-guruan tinggi terkemuka di In-donesia pada pertengahan ta-hun lalu membuka diri menya-takan siap bekerjasama dalam bidang riset tanaman bunga. Dan puncaknya betapa tanam-an bunga Tomohon mulai dike-nal di tanah air, nampak jelas ketika datang undangan dari Is-tana Merdeka di penghujung ta-hun ini. Apa itu? Kota Tomohon dipercaya untuk menghiasi Istana Merdeka yang ketika itu tengah bersiap menggelar HUT Proklamasi 17 Agustus lalu.
STIMULAN
Lebih jauh, berbicara menge-nai pengembangan menuju Kota Pariwisata di Tomohon, tak hanya sebatas soal tanaman bunga yang jadi prioritas. Pe-merintah sadar betul kalau ha-nya satu potensi yang digarap serius sementara yang lainnya diabaikan, apa yang dicita-ci-takan tentu tak akan kesam-paian. Malah sebaliknya diper-caya hanya akan menengge-lamkan nama harum Kota To-mohon itu sendiri. Dan lagi-lagi ini kelebihan sang Major Tomo-hon City untuk unjuk konsep dan ide yang sejak awal me-mang sudah disiapkan.
Dalam RAPBD 2006 ada satu pos yang mengalokasikan ang-garan lumayan besar terhadap upaya menggarap potensi bu-daya di Tomohon untuk dikem-bangkan. Pos itu tak lain alo-kasi anggaran stimulan ke se-luruh kecamatan dalam pe-ngembangan potensi seni dan budaya di masing-masing wila-yah. Penjabarannya pun jelas di mana per kecamatan berhak menerima Rp 50 juta yang di-berikan secara bertahap. Se-mentara jenis seni budaya yang hendak dikembangkan untuk tahun pertama ini yakni seni tari Maengket, Musik Bambu dan musik Kolintang di tiap-tiap kecamatan hingga kelurahan.
Beruntung, dalam evaluasi mengacu dua iven tetap peme-rintah yakni HUT Kota Tomo-hon 27 Januari dan HUT Ke-merdekaan 17 Agustus, mulai nampak hasil dari peman-faatan dana stimulan di-maksud. Hampir 50-an tum-pukan Maengket dan Musik Bambu unjuk gigi meski secara kualitas masih jauh dari yang diharapkan.
Namun yang patut disambut gembira yakni tingginya animo tiap wilayah untuk ikut ber-peran dalam proses peles-tarian budaya itu sendiri. Ini pun dinilai banyak kalangan sebagai salah satu loncatan penting bagi Kota Tomohon menuju Kota Pariwisata di tanah air dan bahkan dunia pada nantinya.(*)
|
|