|
|
|
|
![]() |
![]() |
Gabsi Sulut Gelar X’Mas Open Pairs
MENGAKHIRI tahun 2006, komunitas bridge Bumi Nyiur Melambai melalui wadah Ga-bungan Bridge (Gabsi) Sulut telah mengagendakan sebuah turnamen bridge. Kegiatan yang sudah rutin dilaksana-kan selama tiga tahun terakhir ini menurut rencana akan di-laksanakan Sabtu (30/12) di kediaman Ketua Umum Peng-da Gabsi Sulut, Freddy H Sua-lang, di Kawasan Wen Win, Manado.
Kegiatan bertajuk ‘X’Mas Open Pairs’, yang juga dirang-kaikan dengan perayaan Pohon Terang Pengda Gabsi Sulut akan dimulai pukul 13.00 WITA. “Sebelum ibadah Pohon Terang, akan didahului pertandingan pasangan yang bakal diikuti pebridge handal asal Sulut baik yang tinggal di Manado maupun yang datang dari Jakarta untuk berlibur di Manado,” ungkap Komtek Gabsi Sulut, Drs Henky Lasut.
Menurut Lasut, pada kesem-patan Pohon Terang tersebut, Gabsi Sulut juga akan menye-rahkan diakonia untuk orang-orang yang dinilai perlu untuk mendapatkannya. Hal terse-but sudah dikoordinasikan dengan Ketua Harian Gabsi Sulut, Ir Roy Roring MSi. “Di-sela-sela kegiatan Pohon Te-rang, Pengda Gabsi Sulut akan memberikan diakonia,” imbuh Lasut.
Sementara itu, untuk per-tandingan Open Pairs, ada be-berapa kategori pemenang yang akan mendapatkan ha-diah. “Kategori pemenang ada-lah untuk umum, senior, ju-nior dan ladies. Besarnya ha-diah cukup menarik,” tutur-nya seraya mengatakan bah-wa pemberitaan ini bisa dija-dikan sebagai undangan.
“Jika Pengda Gabsi Sulut sudah tidak sempat mengirim-kan undangan, anggaplah pemberitaan ini sebagai un-dangan resmi untuk kejua-raan nanti.
Gabsi Sulut sangat meng-harapkan partisipasi pemain-pemain bridge Sulut,” tu-kasnya.(dni)
Ranperda Dispora Akhirnya Disahkan
MASYARAKAT Olahraga dan Pemuda Sulut patutlah bersyukur. Sebab di tahun ‘Anjing Api’ ini, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut, yang diajukan pihak eksekutif akhirnya secara bulat diterima dan disahkan oleh DPRD Sulut.
Disahkannya Ranperda Dis-pora menjadi Perda Sulut mem-berikan nilai plus bagi olahraga Sulut. Sebab, selain dana pem-binaan olahraga sudah pasti diperoleh lewat APBD, adanya Dispora membuat dana De-konsentrasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga secara kontinyu akan diterima oleh komu-nitas olahraga dan pemuda Sulut.
Ini artinya, cabang-cabang pote-nsial, tak perlu harus pontang-pan-ting mencari dana jika akan bertan-ding di iven-iven berskala nasional. Tak hanya itu, pengalaman olah-raga Sulut, yang harus ‘berduka’ karena terpaksa tak bisa ikut BMIP EAGA di Makassar akibat tak me-miliki dana, pada tahun-tahun mendatang tidak lagi akan terjadi.
Tak hanya itu, rasa kecewa ca-bang anggar yang harus memang-kas atlet untuk ikut ke kejurnas aki-bat tak mendapatkan dana ban-tuan dari Pemerintah Propinsi Sulut, setidaknya untuk tahun-tahun mendatang sudah tidak ada lagi. Ini terjadi karena Pemprop Sulut sudah mengalokasikan dana untuk pembinaan olahraga.
Selain itu, janji Kementerian Pe-muda dan Olahraga untuk mem-bangun lapangan atletik berskala nasional di Sulut akan lebih mu-dah terealisasi karena Dispora akan terus berjuang untuk mendapat-kan dana tersebut. Sementara, kerja keras KONI Sulut untuk ber-juang mendapatkan dana jika ha-rus tampil di PON sudah tidak per-lu terjadi lagi. Adanya Dispora juga membuka peluang diadakannya Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Sulut, yang sudah lebih dari enam tahun tidak bisa dilaksanakan akibat sulitnya mendapatkan dana. Dengan digelarnya Porda, tentu harapan untuk mendapatkan atlet bukan dengan instant bisa lebih terbuka lagi.(***)
Dua Top Eksekutif Pimpin KONI Sulut
TERPILIHNYA Dua Top Eksekutif, masing-masing Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dan Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi SSos (Imba) sebagai Ketua Umum dan Ketua Harian KONI Sulut, masa bakti 2006-2010 memberikan angin segar bagi perkembangan olahraga di Bumi Nyiur Melambai.
Sosok SHS-Imba dinilai kala-ngan olahraga Sulut memiliki kha-risma khusus ketika mendapatkan tugas untuk membangun olahra-ga. Pengalaman menjadi Ketua Pengda Forki Sulut membuat ka-langan olahraga Sulut percaya SHS akan mampu membawa olahraga Sulut lebih baik dari ta-hun sebelumnya.
Apalagi, ketika di PON XIV di Ja-karta 1996, SHS, yang mendapat-kan kepercayaan dari Gubernur EE Mangindaan, ternyata sukses mengangkat pamor Sulut melalui keberhasilannya menjadikan ca-bang olahraga berkuda dan karate sebagai tambang emas Sulut. Me-miliki latar belakang pembina olah-raga memuluskan langkah SHS ke jenjang Ketua Umum KONI Sulut.
Lalu bagaimana dengan Imba? Siapapun pelaku olahraga Sulut pasti sepakat bahwa Imba adalah pejuang olahraga sejati yang dimiliki Sulut. Perjuangan Imba untuk mengantarkan kontingen Sulut meraih hasil spektakuler di dua PON terakhir Surabaya 2000 dan Palembang 2004 patutlah mendapatkan apresiasi positif dari komunitas olahraga Sulut.
Selain sukses di PON, hingga saat ini Imba memberikan kon-tribusi positif ketika cabang olahraga harus bertanding di iven berskala nasional. Banyak cabang olahraga terpaksa harus meminta bantuan Imba ketika harus me-ngikuti iven-iven berskala nasional. Itu terjadi karena pasca PON XVI Palembang, KONI Sulut sudah tak pernah mendapatkan suplai dana dari pemerintah daerah.
Akibatnya, untuk operasional KONI Sulut, terpaksa Imba harus mengeluarkan dana dari koceknya sendiri. Tanpa dana bantuan dari Imba, Sekretariat KONI Sulut se-akan ‘lumpuh’. Akibatnya, cabang-cabang olahraga yang harus ikut bertanding di kejurnas harus ber-upaya untuk mencari dana sendiri. Bahkan, akibat sulitnya mendapat-kan dana, banyak cabang terpak-sa harus absen di iven tingkat na-sional.
Kini, dengan tampilnya dua top eksekutif di jajaran KONI Sulut, olahraga Sulut punya kans kuat un-tuk bangkit. Janji SHS untuk mela-kukan pembinaan dengan skala prioritas cabang-cabang berpote-nsi meraih medali di PON sangat-lah efektif.
Ditunjang dengan keinginan Imba untuk tidak memberikan peluang bagi atlet potensial Sulut pindah daerah, memberikan harapan bagi olahraga Sulut.
Sayangnya, harapan komunitas olahraga Sulut untuk melihat kerja SHS-Imba membangun olahraga Sulut masih sebatas kata-kata. Pasalnya, hingga tulisan ini dibuat, belum ada tanda-tanda kapan KONI Sulut mendapatkan legiti-masi dari KONI Sulut. Pelantikan ka-binet SHS-Imba, yang telah di-agendakan pada medio Desem-ber ternyata ditunda hingga waktu yang belum dipastikan.(***)
|
|