|
|
|
|
![]() |
![]() |
Agustus 2006 lalu, Sulut di-kejutkan dengan ditangkapnya belasan oknum yang mengaku sebagai mahasiswa Unsrat yang diduga melakukan tindakan pe-nipuan di Riau. Hal ini jelas men-coreng citra institusi yang dipim-pin oleh Prof Dr Ir LW Sondakh. sehingga Tim Pencari Fakta (TPF) pun segera dikirimkan ke Riau untuk mencari kebenaran mengenai kabar yang sempat di-lansir oleh berbagai media na-sional ini.
Pasalnya peristiwa ini men-coreng nama Unsrat di tingkat nasonal. Apalagi saat itu Unsrat baru saja menjadi tuan rumah kegiatan kerohanian Pesparawi Mahasiswa. Ditambah lagi, nama Sulut di tingkat nasional sedang bersinar dengan prestasi yang diraih Dirly dalam ajang Indonesia Idol dan Kristy Besauw yang meraih gelar Miss Indonesia. Se-hingga kabar ini jelas membawa dampak buruk bagi citra Unsrat dan Sulut.
Untunglah dari hasil penyeli-dikan TPF di Riau, sejumlah ok-num yang melakukan penipuan kepada sejumlah pejabat di dae-rah itu ternyata bukan mahasis-wa Unsrat. Sebab Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang dikan-tongi mereka ternyata palsu.
Hal ini juga diperkuat dengan data Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan yang me-nyatakan bahwa sejumlah nama yang kala itu telah ditahan oleh Polres Dumai tidak terdaftar se-bagai mahasiswa Unsrat.
Meskipun beberapa orang dari oknum tak bertanggungjawab itu, ternyata pernah tercatat sebagai mahasiswa Unsrat. Meskipun dalam KTM yang dipalsukan, me-reka tidak menggunakan NIM yang sebenarnya. Sehingga setelah dicek, NIM yang digunakan ter-daftar atas nama orang lain.
Kasus ini sempat menyita per-hatian masyarakat, karena dalam kelanjutan penyelelidikannya, nama seorang pengusaha sempat disebut-sebut ikut terlibat dan disinyalir terlibat dalam sindikat ini. Bahkan mahasiswa dari beberapa fakultas sempat meng-gelar demo sebagai bentuk protes atas keterlibatan oknum yang merupakan anggota salah satu yayasan dan kemudian mengaku sebagai mahasiswa Unsrat dalam aksinya.
Pihak Unsrat akhirnya mela-porkan hal ini ke Polda Sulut, khususnya mengenai pemalsuan KTM Unsrat. Sayangnya saat ini kelanjutan kasus yang sempat menghebohkan Unsrat tak ter-dengar lagi.
Sementara pihak Unsrat me-nyatakan masalah ini sepenuh-nya telah diserahkan kepada pihak Polda untuk ditindaklanjuti. So, kita tunggu saja bagaimana hasil kerja aparat kepolisan untuk menuntaskan kasus ini dan berupaya agar di tahun-tahun selanjutnya, peristwa me-malukan seperti ini tidak akan terulang.
Persoalan ini memang harus menjadi pengalaman yang berharga. Karena bukan tidak mungkin kasus-kasus seperti ini sudah banyak kali terjadi, tapi kurang mendapat perha-tian. Untuk itu pihak Unsrat harus selalu mewaspadai kejadian seperti ini.(***)
|
|