|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sektor Pariwisata Masih Perlu Pembenahan
|
TINGKAT kunjungan wisata-wan mancanegara (wisman) ke daerah ini, hingga triwulan III 2006 mengalami peningkatan secara signifikan sebesar 38 per-sen dengan tingkat distribusi ke-datangan tamu asing sebesar 15,575 orang dan distribusi keda-tangan tamu dalam negeri seba-nyak 132,378 serta lama mengi-nap dengan rata-rata 3,06 hari.
Hal ini didasarkan pada laporan pihak BPS (Badan Pusat Statistik) Sulut, yang menggunakan indika-tor perhitungan melalui kedata-ngan di Bandara Sam Ratulangi dan sebagian Pelabuhan Bitung. Sementara Dinas Pariwisata (Dis-par) Sulut, mendeteksinya melalui Tourist Information Center (TIC) maupun pihak perhotelan.
Peningkatan kunjungan wis-man ini, memperlihatkan bahwa pariwisata Sulut merupakan sek-tor yang menjanjikan. Makanya, tidak berlebihan jika dewasa ini banyak investor asing yang ter-tarik untuk menanamkan inves-tasinya. Contohnya saja, perusa-haan Mitora asal Jepang, yang menyatakan ingin mengelola pari-wisata air panas, yang selama ini tampil apa adanya tanpa sen-tuhan teknologi. “Keadaan ini ter-nyata menjadi perhatian perusa-haan Mitora, yang telah setuju untuk membangun wisata air pa-nas menjadi tempat yang repre-sentatif,” ungkap staf ahli Pem-prop Sulut, Rino Rogi.
Tak dapat dipungkiri, keindahan panorama alam Sulut mulai dari laut hingga tempat-tempat lain-nya telah diakui dunia interna-sional. Namun sangat disayang-kan jika sarana penunjang seperti infrastruktur belum diperhatikan secara maksimal. Padahal, pada 2010 mendatang pemerintah Ma-nado telah sepakat untuk men-jadikan tahun tersebut sebagai Kota Pariwisata Dunia. Angan-angan yang mulia ini, mungkin akan menjadi sekadar mimpi jika pemerintah maupun pihak swas-ta, tidak berupaya untuk menjalin kemitraan dan bersinergi untuk membangunnya.
Selain visi Pemkot Manado yang ingin menjadikan Manado makin populer, ternyata rencana hajatan World Ocean Summit (WOS) yang akan dilangsungkan pada Sep-tember 2010 mendatang, juga perlu menjadi perhatian khusus. Pasalnya, iven yang katanya bakal mendatang para kepala negara itu, perlu dilakukan persiapan sejak dini. Dan yang menjadi pri-oritas utama adalah membenahi infrastruktur yang ada.
“Untuk pelaksanaan WOS ini kita perlu mematangkan berbagai persiapan yang menyangkut sa-rana dan prasarana, baik itu ting-kat hunian hotel hingga penataan tempat-tempat pariwisata. Ini membutuhkan keseriusan dari semua pihak,” kata Kadis Budaya dan Pariwisata, Dra Marieta Kuntag.
Di sisi lain, Sulut yang kaya dengan tempat-tempat wisata hingga dikenal luas di dunia inter-nasional, ternyata mengalami ke-kurangan ribuan tenaga peman-du wisata. Kondisi ini memang sangat disesalkan, namun juga perlu dicarikan solusinya. Sebab, persoalan ini akan menjadi sia-sia tanpa ada upaya konkrit. “Di-bandingkan daerah lain seperti Bali dan Jogya, Sulut jauh ter-tinggal. Pasalnya sampai sejauh ini tenaga pemandu wisata yang terdaftar baru sekitar 155 orang. Untuk itu, target kita ke depan pada 2007 untuk tahapan awal, kita akan melakukan penamba-han sekitar 300 orang,” ujar Ketua DPD Himpunan Pariwisata Indo-nesia (HPI) M Naliko.(*)
|
|