|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Kasus nota fiktif PDAM Minahasa
Oknum Dirut Diduga Diperiksa Polisi di Hotel
|
Perlakuan istimewa diperla-kukan polisi terhadap ter-sangka kasus nota fiktif PDAM Minahasa. Pasalnya, seorang tersangka yang men-jabat Dirut, RP alias RIK, Ju-mat kemarin (22/12), diduga diperiksa bukan di kantor ke-polisian, melainkan di sebuah hotel ternama di Manado.
Hal ini mengundang tanda-tanya di sejumlah kalangan yang mendengar informasi ini. ‘’Wah, hebat yah tersangka itu? Diperiksa saja di hotel berbintang. Atau kantor polisi sudah pindah?,’’ kata seorang politisi menyindir.
Sementara Kapolda Sulut, Brigjen Pol Drs Yakhobus Jacki Uly ketika dikonfirmasi, tak menampik jika pemerik-saan terhadap Rik dilakukan di luar kantor polisi. “Bisa saja kan pemeriksaan dilaku-kan di tempat lain,” tukas mantan Kapolda NTT ini.
Untuk kasus ini, Uly me-ngaku tak mau campur ta-ngan dalam penanganannya. “Kasus ini ditangani Polres Tomohon. Jadi saya tak mau mencampurinya,” elaknya singkat. Seperti diketahui, Polres Tomohon telah mene-tapkan tiga oknum tersangka dalam kasus ini yakni RP alias Rik, AR alias Adri, Direktur Umum dan S alias Sum yang merupakan Direktur Teknik PDAM Minahasa.
Kasat Reskrim AKP Wanny Kahiking SH mengatakan, salah satu tersangka yang merupakan pejabat utama PDAM Minahasa saat ini terkesan menghindari peme-riksaan di Polres Tomohon. “RP telah membuat surat kepada Direskrim Polda Sulut agar pemeriksaannya dilaku-kan di Polda. Bahkan ia telah menentukan tanggal pemerik-saan yakni 22 Desember 2006 melalui suratnya tertangal 6 Desember 2006 yang ditanda-tanganinya,” kata Kahiking.
Sementara, RP alias Rik sen-diri ketika dimintai ketera-ngannya menyatakan bi-ngung dengan statusnya sebagai tersangka. “Terus terang saya bingung dengan masalah ini. Bagaimana dikatakan melakukan korup-si, sedangkan sebagian besar uang yang ada milik saya. Bagaimana seorang direksi dikatakan korupsi, sedang-kan PDAM Minahasa tidak pernah menerima proyek dari Pemkab Minahasa. Apabila ada proyek dari pemkab atau pemprop, semuanya diberi-kan ke kontraktor bukan ke direksi. Tidak pernah ada pro-yek untuk direksi PDAM. Kalau memang ada saya kasih 1 mi-liar untuk Anda (wartawan),” ucap Manajer Persmin ini.
Namun begitu, RP yang saat itu mengaku sedang berada di Jakarta menyatakan siap apabila tanggal 22 nanti akan diperiksa. “ Sebagai warga saya siap untuk diperiksa. Ingat saja, siapa yang menabur angin akan menuai bencana,” tandas Ketua Umum Perpamsi seluruh Indonesia ini.(jok)
|
|