|
Regu Tenis Sulut Rebut Medali
|
|

|
|

|
|

|
|
|
TRIBUN OLAHRAGA
|
|

|
|

|

|
News
Links
|
|
|
|
|

|
Perunggu di PORNAS Korpri
PERJALANAN penuh sensasi yang dilakoni Regu Tenis Putra Sulut di Pekan Olahraga Nasional (PORNAS) Korpri akhirnya hanya berbuah medali perunggu. Itu terjadi setelah pada babak semi final, tim yang dimanajeri Drs Albert Wuysang terpaksa tunduk kepada regu Jatim yang menurunkan pilar timnas.
Kekalahan 0-2 yang dialami regu Sulut atas Jatim dinilai wajar. Sebab, Jatim turun de-ngan materi pemain yang dia-tas rata-rata. Didukung Bonit Wiryawan, yang juga atlet na-sional senior dan Aditya, atlet nasional junior, Jatim akhir-nya berhasil menjadi juara usai melewati regu Sulut di se-mi final dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di babak final.
Regu Sulut, meski kalah atas Jatim, tetap mampu memper-tahankan konsentrasi untuk meraih medali perunggu. Me-nurunkan Reza Tarigan (KP-KN) Sulut dan Jacky Pitoy (KE-JATI) Sulut dan pasangan Marnes Barhimpun (UNIMA)/Reza Tarigan, Sulut berhasil mengandaskan regu Sulawesi Selatan dengan skor 2-1. Dua poin Sulut diperoleh melalui Reza dan duet Marnes/Reza. Sementara poin untuk Sulsel diperoleh Oky Jalal, yang mengalahkan Jacky Pitoy.
Ketua Kontingen Korpri Su-lut, Drs Novi Mewengkang, yang menyaksikan penampilan regu tenis Sulut pada partai perebutan medali perunggu di Lapangan Tenis PT Pusri Pa-lembang, kemarin, menyam-paikan penghargaan atas per-juangan pemain-pemain Su-lut. Apalagi, ketika mengeta-hui Jacky Pitoy yang dalam kondisi cedera kaki tapi tetap berjuang meski akhirnya ha-rus kalah 4-8 dari Oky Jalal.
Ketegangan sempat terjadi ketika pada partai penentuan, pasangan Reza Tarigan/Mar-nes Barhimpun harus meng-hadapi pasangan Sulsel, Afru-din/Oky Jalal. Ketika itu, per-tandingan berlangsung cukup ketat walaupun akhirnya ke-menangan diraih pasangan Sulut dengan skor 8-4. “Per-tandingan cukup ramai kare-na lawan benar-benar fight pada pertandingan itu,” jelas Albert Wuysang.
Sementara itu, menurut offisial kontingen Sulut, AY Rambing, kemenangan Jatim sempat dibumbui protes. Pa-salnya, seluruh peserta mem-pertanyakan status pemain junior nasional Aditya, apakah benar anggota Korpri. Protes itu wajar karena usia Aditya terlalu muda untuk bisa di-kategorikan sebagai anggota Korpri. “Kontingen Bangka Be-litung sempat mempertanya-kan tentang status pemain Jatim,” imbuh Rambing.
Dijelaskan Rambing, Ketua Kontingen Korpri Sulut, Drs Novi Mewengkang cukup kesal dengan adanya dugaan mani-pulasi pemain. Karena itu, pa-da saat pertemuan Korpri, Sulut akan mempertanyakan masalah tersebut. “Sebab, ternyata bukan hanya Jatim yang menurunkan pemain-pemain yang masih relatif ber-usia muda,” sebut Rambing melalui telepon seluler dari Palembang.(dni)
|