|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Manisnya Janji Legislator
|
SELASA (19/12) lalu meru-pakan hari yang paling meng-gembirakan bagi 45 anggota DPRD Sulut. Pasalnya, para legislator akhirnya menerima tunjangan komunikasi dan anggaran operasional yang be-lum terbayarkan sejak Januari 2006.
Jumlahnya cukup fantastis. Masing-masing anggota de-wan menerima sekitar Rp 100 juta, sedangkan ketua dan wa-kil ketua dewan disebut-sebut menerima berkisar Rp 200- 300 juta.
Tapi sayang, kegembiraan para legislator tidak ikut dira-sakan oleh konstituen mereka. Sebab sehari setelah mene-rima uang ratusan juta, para legislator lebih memilih ngum-pet ketimbang melayani kons-tituen.
Tak heran jika beberapa hari belakangan ini Kantor DPRD Sulut kelihatan sepi tanpa penghuni. Kalau pun ada ang-gota dewan yang masuk kan-tor, itu hanya untuk keperluan mendesak saja.
Habis manis sepah dibuang. Pepatah kuno ini sepertinya sangat tepat dialamatkan ke-pada 45 anggota DPRD Sulut.
Saat berkampanye di pemilu masyarakat dirayu, dibujuk bah-kan diiming-iming janji manis. Tapi setelah merasakan manis-nya kursi anggota dewan mere-ka hanya menikmatinya sendiri.(*)
|
|