|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dua Partai Keberatan
dengan Pembubaran TS Dewa
|
Dua partai di Bolmong, PPNUI dan PSI keberatan dengan pembubaran TS Dewa Bolmong, yang dilaksanakan di Restoran Lembah Bening, Kotamobagu, 14 Desember lalu. Pasalnya, mereka mengaku tidak dilibat-kan pun tidak pernah diberita-hu sebelumnya.
Keberatan itu disampaikan dalam siaran pers kepada hari-an ini, kemarin, dan ditanda-tangani Juanda Binol dari PB NUI, serta Drs Dally Mokodom-pit dari PSI Bolmong. ‘Menurut hemat kami, acara atau perte-muan tersebut tidak perlu ter-jadi, karena acara itu tidak dihadiri oleh partai pendukung Dewa serta oleh calon yang di-dukung, melainkan hanya di-lakukan oleh ketua TS Dewa se-cara sepihak. Untuk itu, kami mempertanyakan ada apa di balik acara tersebut?,” sebut Binol dan Mokodompit.
Sebelumnya, hal senada juga disampaikan Sofian HB bersa-ma dua rekannya Bobby Dila-panga dan Abdul Rivai Moko-dompit. Dengan tegas ketiga-nya menyatakan sampai saat ini TS Dewa tetap eksis, dan tidak pernah ada pembubaran. Ka-laupun Drs Syamsuri Manoppo menyatakan telah dibubarkan, itu hanya versi dia pribadi.
“Tidak ada pembubaran ter-hadap TS Dewa. Apa yang di-sampaikan Syamsuri Manoppo hanya sikap pribadi segelintir saja. Buktiknya, sampai kini kami masih tetap eksis,” tegas Sofian HB.
Aktivis andal Bolmong ini pun menyesalkan pernyataan Om Su’ di media yang langsung mengklaim pembubaran TS Dewa telah dilakukan secara resmi. “Kalau benar pembuba-ran itu, mengapa mereka tidak mengundang Djelantik-Wahid. Lebih aneh lagi, katanya pem-bubarannya dilakukan di Res-toran Lembah Bening yang no-tabene milik Wahid Makalalag, tapi Wahid sendiri tidak tahu-menahu,” sergahnya lagi.
Sementara itu, Drs Hi Dje-lantik Mokodompit ketika di-konfirmasi beberapa waktu lalu soal pernyataan Syamsuri Ma-noppo, mengaku dirinya tidak tahu-menahu pembubaran itu. Dengan bijak, pria yang akrab disapa Papa Raski ini mengata-kan, kalaupun ada beberapa pihak yang keluar dari TS De-wa, itu adalah hak politik mere-ka. “Namun sampai saat ini, TS TS Dewa tidak bubar,” akunya.(tus)
|
|