HOME : FOOTBALL

Berita Bolaang Mongondow  

28 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Mutasi Rachmat dan Rahmat Mutasi(1)

 
MUTASI jadi kata teranyar selang 2006. Betapa mengerikan kata ini, sehingga ada yang menyamakannya dengan bencana tsunami. Itu terjadi di musim kampanye Pilkada, Maret lalu, ketika beberapa spanduk bertulis ketidaktakutan terhadap ‘mutasi’ disamakan dengan ketidaktakutan terhadap bencana tsunami, dipajang di beberapa ruas jalan di Kotamoabgu.

Inti spanduk itu mengisyarat-kan dukungan tak tergoyahkan kepada salah satu kandidat bu-pati dan wabub, meskipun akan terjadi mutasi atau tsunami di Bolmong. Karena dinilai sudah menyalahi aturan main, keesok-kan harinya, Panwasda Bol-mong pun menurunkan span-duk tersebut.
Memang sampai pada pelan-tikan bupati dan wakil bupati terpilih, 5 Mei, mutasi pejabat yang selalu disebut-sebut bakal segera bergulir, tak kunjung terlaksana. Kenyataan ini bu-kannya menurunkan minat masyarakat, terutama jajaran PNS, untuk mengurangi fre-kuensi penggunaan kata ‘mutasi’. Sebab dengan keti-dakpastian yang ada, kata mutasi makin banyak diper-gunjingkan. Dan hampir setiap pejabat pun jadi ‘harap-harap cemas’.
Isyarat akan diadakan mutasi besar-besaran sendiri baru mu-lai terbaca saat sertijab posisi Sekda Bolmong dari Drs Hi Idrus Mokodompit kepada Ir Hi Siswa Rachmat Mokodongan, Jumat (23/06). Saat itu, Rachmat ma-sih status Plh Sekda, tapi karena kapasitasnya yang otomatis sebagai Ketua Baperjakat, maka Rachmat pun melakukan Fit and Proper Test di jajaran pejabat. Maksudnya utnuk mengetahui keahlian masing-masing peja-bat, biar tidak salah menempat-kan posisinya. Dengan FPT itu, banyak kalangan mulai melem-par proyeksi bahwa mutasi be-sar-besaran segera bergulir. 
Proyeksi itu pun menjadi ke-nyataan satu bulan kemudian. Tepatnya 30 Agustus, bersamaan dengan pengukuhan Rachmat menjadi sekda definitif, 14 posisi eselon IIb terkena bidikan, tiga pejabat di antaranya nonjob. Ada juga yang hanya terkena rolling, seperti Drs Freddy Roringkon yang menjabat Kepala Banwas kembali dipercayakan menjadi Asisten Tata Praja Setda (Asis-ten 1). Tapi ada yang ketiban durian runtuh seperti Ketua Panitia Pemekaran (Panpem) Drs Jainudin Damopoli yang selama ini hanya PNS di jajaran pemkab non eselon diangkat menjadi Kadis Infokom, serta Drs FR Turang dari Kabag Tata Usaha Disperindag menjadi KaBanwas. Untuk dua nama terakhir tadi, isu mutasi yang ditakuti, ternyata membawa rahmat di era Sekda Rachmat. 
Namun rahmat yang tiada banding dialami pejabat lainnya di bulan-bulan pertama kepe-mimpinan Sekda Rachmat. Itu mengenai adanya pejabat yang bisa mengoleksi dua jabatan eselon dua dalam hitungan pekan. Seperti dialami Ir Djakia Mokodongan, yang pada mu-tasi 30 Agustus, ia terkena rolling dari Kadis Perikanan menjadi Kepala Badan Keta-hanan Pangan (BKP). Tapi dua minggu kemudian, ketika mu-tasi tahap kedua bergulir 15 September, Mokodongan yang satu ini kena bidikan mutasi lagi, lalu dirolling menjadi Ke-pala Dinas Hutbun. Sehingga jangan heran apabila dalam curricullum vitae alias daftar riwayat hidup Djakia Mokodo-ngan, akan muncul dua jaba-tan baru yang diemban dalam dua pekan, (bersambung)
berbeda bulan.
Ada kalangan yang rolling terhadap Djakia itu adalah sebuah blunder dalam penilaian FPT, tapi lebih banyak menganggapnya sebagai sebuah rahmat. Pun Sek-da Rachmat sendiri menilai, seo-rang pejabat yang mengoleksi ba-nyak jabatan strategis, akan ba-nyak membantu dia dalam pro-mosi jabatan.
Dikira pengalaman Djakia Mo-kodongan tadi tak akan terulang lagi. Itu salah. Sebab pada mu-tasi untuk kesekian kalinya, pa-da 6 Desember, dua pejabat eselon dua yang baru beberapa bulan menempati posisinya, kembali terkena rolling di ese-lon yang sama. Belum sete-ngah tahun FR Turang menem-pati jabatan sebagai Kepala Banwas, ia kembali dipindah-kan ke Kadis Pasar pada mu-tasi 6 Desember. Juga Drs Dja-far Paputungan, baru dilantik menjadi Kepala Badan Kes-bang Linmas pada 15 Desem-ber, kembali dirolling ke Kepala Banwas pada 6 Desember ju-ga. Praktis, hanya dalam hitu-ngan bulan, dua pejabat ini te-lah mengoleksi dua jabatan eselon dua. Dan itu bisa men-jadi rahmat bagi keduanya, di era kepemipingan Sekda Rachmat.(*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin