HOME : FOOTBALL

Berita Hukum dan Kriminal 

28 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Orang Manado Masih Doyan Cerai

 
FENOMENA kawin cerai ternyata bukan hanya milik kalangan artis atau selebritis di Indonesia. Warga Sulut pun yang termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri (PN) Manado ternyata pun melakoni hal yang sama. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pengadilan Negeri (PN) Manado, sepanjang tahun anjing api ini setidaknya ada 250 perkara perceraian yang ditangani lembaga peradilan tersebut dan 154 diantaranya sudah mendapat putusan.
Menurut Yuli (bukan nama sebenarnya), salah satu yang sedang berperkara cerai di PN Manado, dia sama sekali sebenarnya tidak ingin berpisah dengan suaminya tapi apa boleh buat suaminya sekarang sudah lebih memilih wanita lain dan menelantarkan keluarga. Dia pun menyatakan buat apa mempertahankan kehormatan dan nama baik keluarga padahal batin tersiksa. Sementara Romi (samaran) yang mengajukan tuntutan cerai terhadap istrinya kembali mengakui kalau terpaksa melakukan hal tersebut karena terlanjur menghamili anak gadis. 
Menurut Drs P Lengkana Psi, kasus perceraian saat ini oleh kebanyakan kalangan sudah dianggap hal yang biasa dan bukan sesuatu yang memalukan lagi. Bahkan sebagian orang bangga dengan menyandang status janda atau duda meski dengan berbagai alasan berbeda sehingga harus bercerai. Pakar psikologi itu melihat saat ini kemajuan teknologi merupakan pemicu makin tingginya angka.
Mau bukti? Katanya, sekarang ini hampir semua orang punya handphone. Dengan alat tersebut kita bisa dengan mudah berkomunikasi atau dihubungi maupun menghubungi siapa saja. Selain itu adanya kesempatan yang terbuka lebar bagi siapa saja merupakan faktor penunjang lain karena sekarang kalau dilihat suami-istri kebanyakan keja dan kesibukannya berbeda-beda.
Lengkana tak melihat hubungan perceraian warga Sulutitu dengan faktor ekonomi sebab, teknomogi canggih itu tidak lagi membutuhkan biaya besar. Lihat saja dengan Rp 300 ribu pun orang dapat membeli pesawat handphone sehingga baik yang kaya maupun yang miskin asal punya kesempatan dan sarana maka bisa melakukan hubungan gelap yang berakhir pada perceraian.
Pdt DR RAD Siwu melihatnya hampir persis sama dengan Lengkana. Menurutya, itulah fenomena kota dan masyarakat modern. Dimana orang kadang sudah tidak lagi mengindahkan kaidah dan norma agama atau kesusilaan demi kepuasan dan kepentingan pribadi. Dan makin tingginya anga perceraian ini, kata Siwu harus mampu ditangkap oelh agama maupun pemukanya. Terutama bagi gereja, harus dapat menyesuaikan pola pelayanannya dengan kenyataan yang ada di tengah masyarakat dan jemaat.(gra) 


Data Perceraian Selang Tahun 2006
Januari Perkara 19 
Putus 17
Februari Perkara 19
Putus 18
Maret Perkara 14
Putus 14
April Perkara 11
Putus 10
Mei Perkara 21
Putus 14
Juni Perkara 14
Putus 13
Juli Perkara 14
Putus 9
Agustus Perkara 23
Putus 16
September Perkara 24
Putus 16
Oktober Perkara 19
Putus 11
November Perkara 22
Putus 6
Desember Perkara 5
Putus -

Total: 205 perkara
Yang sudah diputus: 154 perkara

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin