|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Menunggu Hasil atas Kunjungan Para Pejabat Pusat
|
TAK bisa dipungkiri, kalau kepemimpinan Bupati Vonnie Anneke Panambu-nan mempunyai nilai positif yang tidak dimiliki para bu-pati dan walikota lain di Su-lut ini. Ambil contoh saja soal mendatangkan para pe-jabat pusat ke daerah, se-perti menteri-menteri, dir-jen, serta petinggi-petinggi di departemen yang berada di Jakarta, Ibukota Indonesia.
Bukti nyata yang tak bisa di-sangkal, betapa sebuah pihak yaitu protokoler kepresidenan, bisa ‘berbelok‘ arah dan ‘sing-gah‘ di Minut, dalam hal ini Presi-den RI Susilo Bambang Yudho-yono, bisa menginjakkan kaki-nya di Minut, untuk sebuah acara yang dilaksanakan atas koordinir Panambunan.
Saat itu, Presiden Susilo Bam-bang Yudhoyono (SBY) usai membuka Kongres Ikatan Sar-jana Ekonomi Indonesia (ISEI) Minggu (17/06) di Manado Con-vention Center (MCC), Senin (18/06) paginya, rombongan SBY dan Ny Ani mengunjungi wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan melakukan pencanangan pena-naman sejuta pohon.
Dalam kesempatan itu, presi-den secara khusus mengajak warga Minut bahkan Sulut untuk giat menanam pohon. Alasan-nya, saat ini banyak hutan yang dalam kondisi kritis karena pene-bangan dan pengrusakan hutan. Bagi presiden, penanaman po-hon juga merupakan salah satu langkah pembangunan.
Jika kita melihat ke belakang la-gi, betapa yang bisa dikatakan banyaknya para menteri yang da-tang ke Minut. Sebut saja kunju-ngan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Ma‘ruf, Menteri Ke-sehatan Dr dr Siti Fadilah Supari SpJP (K) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis (MWM). Saat itu, Men-teri Kesehatan memberi bantuan 12,5 miliar untuk pembangunan RSUD tersebut dari rencana awal Rp 25 miliar untuk pembangunan tahap pertama.
Selain itu, kunjungan Menteri Perikanan dan Kelautan (Menpe-rik) Freddy Numberi di Kabupa-ten Minut pada Sabtu (07/10). Sa-at itu Numberi yang mendengar-kan langsung keluhan masyara-kat, mengucurkan bantuan seki-tar Rp 32 miliar untuk para nela-yan. Dalam dialog langsung de-ngan masyarakat nelayan Minut yang berlangsung di halaman GPdI Tiberias, Numberi juga ber-janji akan memprioritaskan Minut baik dalam akses perbankan un-tuk pemberian dana bantuan ke-pada para nelayan, maupun ban-tuan langsung yang akan dibe-rikan pihak Kementerian Peri-kanan dan Kelautan.
Juga kunjungan Menteri Kope-rasi Surya Dharma Ali, pada Hari Koperasi ke-59 tingkat propinsi, Jumat (21/07). Dan kunjungan Menteri Percepatan Daerah Ter-tinggal. Selain itu, kunjungan lain selain para menteri tadi, adalah kunjungan Staf Ahli Menpora Bi-dang Kepemudaan, Tunas Dwi-harto, yang saat itu bersama-sa-ma dengan istri juru bicara kepre-sidenan Andi Malarangeng.
Staf Ahli Menpora Bidang Ke-pemudaan ini berjanji ada di ha-dapan pemerintah dan ribuan warga Minut untuk membantu membangun sebuah stadion olah raga yang cukup besar di Bumi Tonsea tersebut.
Akan hal kunjungan-kunjungan para pejabat, termasuk presiden dan para menteri tadi, memang terjadi pro kontra di kalangan ma-syarakat. Ada yang mendukung akan upaya Panambunan melob-bi para pejabat pusat tadi untuk datang ke Minut, dan ada juga yang tidak senang akan tindak-tanduk Panambunan yang sering ke luar daerah dengan alasan tersebut.
Namun, dari semuanya itu, se-luruh masyarakat Minut masih, dan akan tetap menunggu janji dan hasil kunjungan-kunjungan para pejabat tadi, untuk mereka. Apakah memang janji saat kunju-ngan tersebut direalisasi atau ha-nya sekadar menyenangkan se-saat saja bagi warga.
Untuk itu, di tahun 2007 nanti, warga tidak lupa dan akan tetap menagih akan janji dan hasil ‘ke-berhasilan‘ Panambunan menda-tangkan para pejabat pusat terse-but. Akankah ada hasilnya? Kita tunggu bukti nyatanya di tahun 2007 nanti.(***)
|
|