|
|
|
|
![]() |
e![]() |
|
Perlu dilengkapi fasilitas gudang
Sulut Bakal Jadi Terminal Point
|
Posisi pelabuhan Bitung yang strategis, terutama dalam mengakses dan mensuplai berbagai kebutuhan daerah di kawasan Indonesia Timur, menjadi pertimbangan tersendiri bahwa daerah ini sangat tepat jika dijadikan sebagai terminal point.
Dengan demikian pengiriman komoditi yang selama ini selalu dilakukan melalui pelabuhan Tanjung Perak-Surabaya mata rantainya dapat diperpendek. “Untuk maksud ini, kita memerlukan sarana pelabuhan yang mampu menampung multi komoditi. Dan rencananya kita akan revolving melalui pemanfaatan gudang milik Pelindo yang ada di dalam pelabuhan. Di mana kapasitasnya mampu menampung sekitar 60 ribu ton,” ungkap Kepala Bulog Divre Sulut dan Gorontalo, Slamet Haryanto di sela-sela telekonference, Sabtu (23/12).
Kondisi pelabuhan milik Pelindo saat ini, sambung Haryanto memang dalam kondisi rusak. Dan terkait hal ini, Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang telah memberikan signal agar gudang dapat diperbaiki. Bahkan jika memungkinkan, pemprop akan menganggarkannya. “Pak Gubernur mengatakan bahwa hal ini perlu diseriusi, antara lain dengan melakukan survey terlebih dahulu. Dan bila layak, maka akan dianggarkan untuk biaya perbaikan,” kata Haryanto mengutip pernyataan Sarundajang.
Saat ini, kapasitas gudang yang dimanfaatkan Bulog untuk Sulut dan Gorontalo, kemampuan daya tampung secara keseluruhan hanya sekitar 53 ribu ton. Dengan rincian, Sulut sebesar 35 ribu ton dan Gorontalo sebesar 18 ribu ton. “Setelah dilakukan perbaikan gudang, kita akan menggunakannya dengan sistem sewa. Dan ini berlaku tidak saja sebagai gudang beras Bulog tetapi juga untuk komoditi lainnya,” imbuhnya.(eda)
|
|