|
|
|
|
![]() |
![]() |
Bidik objek wisata gunung api bawah laut
Kadispar Tantang Pengusaha Lokal
Menanggapi kritikan se-jumlah kalangan mengenai pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Sangihe yang terkesan tambal sulam, tak dipungkiri Kadis Pariwasata Sangihe Drs F Liwutang. Dia-kuinya, bahwa salah satu ken-dala tidak berkembangnya bidang kepariwisataan di Sangihe, adalah menyangkut minimnya anggaran yang dialokasikan di bidang ke-pariwisataan tersebut.
Oleh sebab itu, putra Man-dolokang itu pun menantang para pengusaha lokal agar dapat melakukan investasi pada tempat-tempat wisata yang berpotensi di Sangihe, seperti lokasi wisata gunung api bawah laut di Pulau Ma-hangetang, Kecamatan Tato-areng.
“Dinas Pariwisata tidak mempunyai anggaran untuk membangun cottage dan peralatan diving serta sarana penunjang lainnya. Jika dunia kepariwisataan Sangihe ingin maju, harus dibantu oleh ber-bagai kalangan di Sangihe. Karenanya, saya menantang pihak pengusaha lokal untuk dapat bersinergi dengan pe-merintah setempat dalam menggarap potensi wisata gu-nung api bawah laut Pulau Mahangetang,” pungkasnya.(med)
PDIP Tunggu Peresmian Sitaro
Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Ka-bupaten Sangihe yang sem-pat berulang kali direncana-kan terus ditunda. Pelaksa-naan Konfercab itu sendiri dilaksanakan setelah peres-mian pemekaran Kabupaten Sitaro.
Demikian disampaikan Ke-tua PDC PDIP Kabupaten Sa-ngihe Jabes Gaghana SE, ke-pada sejumlah wartawan be-lum lama ini. “Ada arahan dari DPD PDIP Sulut, Konfercab nanti dilaksanakan setelah peresmian pemekaran Kabu-paten Sitaro,” tukas Ga-ghana.(med)
Pengaruh suasana Natal
Pusat Kota Tahuna Masih Lengang
Usai Natal dan jelang Tahun Baru, suasana di Kabupaten Sangihe khususnya Kota Tahuna dan sekitarnya tampak masih lengang. Pasalnya, dinamika kota yang biasanya ramai dengan aktivitas perdagangan sedikit meredup karena sebagian toko masih memilih tutup meski Natal kedua sudah lewat.
Terpantau Rabu (27/12) kemarin sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang siap menghadapi akhir tahun belum beraksi total. Cuma saja di beberapa sudut kota, ada juga beberapa pedagang terutama stand by di beberapa emperan pusat pertokoan kota Tahuna lengkap dengan barang dagangannya. “Po-koknya torang cuma Natal istirahat, selesai itu tetap menggelar dagangan kami,” tutur sejumlah pedagang.
Diperkirakan pedagang musiman bakal menyerbu Kota Tahuna mulai Kamis (28/12). Maklum, momen akhir tahuna yang biasanya membuka peluang untuk meraup untung tak akan disia-siakan para PKL. Tak terkecuali para pemilik pertokoan juga siap–siap melayani serbuan pembeli yang biasanya membludak sehari sebelum tutup ta-hun.(med)
|
|