HOME : FOOTBALL

Berita Bolamania dan Tribun 

29 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Pasang Surut Olahraga Sulut 2006
Oleh: Denny Andries

 
SELAMA kurun waktu 12 bulan di tahun ‘Anjing Api’ 2006, olahraga Sulut telah melewati masa-masa yang cukup kritis. Persmasalahan dana seringkali menjadi momok bagi cabang olahraga untuk bisa mendapatkan peluang tampil dalam suatu iven berskala nasional. Akibatnya, bisa dihitung dengan jari cabang yang mampu menuai prestasi nasional dan siapa saja atlet yang mampu menyumbangkan prestasi tertinggi bagi Bumi Nyiur Melambai. 
Berikut ini sebuah catatan tentang olahraga Sulut berikut hasil yang diukir selama melewati tahun 2006.
ATLETIK
Setidaknya tiga iven tingkat nasional diikuti cabang atletik Sulut di tahun 2006. Sayangnya, prestasi puncak yang diukir oleh atlet-atlet Sulut hanyalah peringkat kedua di Kejurnas Kadet dan Junior di Medan. Sementara, kejurnas Kadet dan Remaja di Jakarta serta Kejurnas Antar PPLP, tak satupun hasil positif yang diraih atlet-atlet Sulut. Sebenarnya, Pengprop PASI Sulut memberikan target meraih medali di BMIP EAGA yang berlangsung di Makassar, November lalu. Sayangnya, Sulut gagal berpartisipasi pada iven tersebut dengan alasan dana.
ANGGAR
Nama Sulawesi Utara yang dikenal sebagai kiblat olahraga di Kawasan Timur Indonesia bisa terangkat berkat prestasi cabang anggar. Meski pembina cabang anggar harus bergulat untuk mencari dana sendiri, tapi setidaknya cabang ini telah mengukir prestasi dengan menyumbangkan sederet prestasi tingkat nasional. Ikut serta di sejumlah kejuaraan bertaraf nasional bahkan international, cabang anggar mampu meloloskan lima atlet untuk persiapan SEA Games Thailand 2007. 
BRIDGE
Cabang bridge memang identik dengan Sulut. Bukti bahwa olahraga permainan kartu ini identik dengan Bumi Nyiur Melambai bisa dibuktikan saat kejuaraan bridge bertaraf nasional digelar. Segudang prestasi memang sudah diukir oleh atlet-atlet bridge Sulut. Tapi, di tahun 2006, prestasi Sulut bisa dikatakan tengah mengalami pasang surut. Meski sukses di beberapa iven bertaraf nasional, bridge Sulut ternyata mengalami kegagalan saat tampil di ajang seleknas dan kejurnas antarklub.
BILIARD
Kerja keras dari atlet-atlet biliar Sulut patut diacungi jempol. Meski kadangkala harus mengeluarkan kocek sendiri, tapi konsistensi pebiliar Sulut di iven tingkat nasional berbuah prestasi. Dengan ujung tombak James ‘Liku’ Lengkang, olahraga billiard Sulut mampu mengharumkan nama Sulut di berbagai kejuaraan bertaraf nasional. Bahkan, di iven bergengsi Kejurnas di Jakarta, Liku berhasil mempersembahkan dua medali masing-masing satu keping emas dan satu keping perak.
BOLA VOLI
Walaupun belum mampu menghasilkan prestasi puncak, tapi eksistensi cabang bola voli di pentas nasional pantas mendapatkan acungan jempol. Mengandalkan pemain-pemain yang masih relative muda, cabang bola voli esksis di dua iven berskala nasional. Pertama ketika Tim Putra-putri Sulut berlaga di Kejurnas Piala Kapolri dimana hanya regu putri yang bisa lolos hingga putaran kedua di Madiun. Selain itu, keikutsertaan Tim Bank Sulut di kejurnas antarklub di Semarang menandakan bahwa cabang ini tetap eksis.
PANJAT TEBING
Olahraga ini memang belum terlalu akrab dengan masyarakat Bumi Nyiur Melambai pada umumnya. Tapi, berbekal tekad dan kerja keras dari Pengda Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulut pimpinan Richard Sualang, cabang ini tetap eksis di pentas nasional. Sejumlah kejuaraan berskala nasional berusaha dijajal atlet-atlet panjat tebing yang mayoritas berasal dari kalangan kampus. 
TENIS
Prestasi cabang tennis Sulut memang belum menggembirakan. Tapi, ironisnya, terobosan positif telah dilakukan oleh Pengda Pelti Sulut pimpinan Ir Vecky Lumentut MSi MM. Sejumlah iven berskala nasional bahkan international dilakukan di Manado. Orientasinya tentu agar ada atlet-atlet muda usia yang bisa menimbah pengalaman lewat iven-iven yang menghadirkan pemain nasional maupun manca negara.
PENCAK SILAT
Tahun 2006 ini menjadi tonggak kebangkitan cabang olahraga pencak silat. Berbekal latihan berjenjang, pencak silat dibawah naungan Pengda IPSI Sulut mulai memberikan secercah harapan bagi masa depan olahraga Sulut di pentas PON mendatang. Lewat pesilat-pesilat muda, Sulut telah mampu mengukir prestasi di Grand Final Sirkuit Nasional Pencak Silat dengan mengemas dua keeping medali emas dan satu perak.
KARATE
Tanda-tanda kebangkitan olahraga karate Sulut sebenarnya sudah mulai terlihat sejak tahun 2005 lalu. Sejumlah iven berkala nasional seperti Karmite Cup dan Kejurnas POR Maesa telah sukses dilaksanakan oleh Pengda Forki Sulut pimpinan James Sumendap SH. Tak hanya itu, iven-iven berskala nasional seperti Piala KSAD sudah dijajal atlet-atlet Forki Sulut. Bahkan, sejumlah perguruan seperti Inkai, Inkado dan Lemkari juga memberikan sumbangsih dengan mengirimkan atlet-atlet ke kejurnas perguruan. Sayangnya, prestasi siginifikan di kategori senior belum juga diperoleh karateka asal Sulut.
BULUTANGKIS
Potensi cabang bulutangkis Sulut ternyata cukup besar. Sebagai bukti, pada tahun 2006 ini sejumlah klub besar di luar Sulut terus melakukan pemantauan terhadap atlet-atlet usia muda asal Sulut. Bahkan, klub Djarum Kudus secara terang-terangan mengungkapkan ketertarikannya terhadap atlet-atlet muda usia asal Sulut. Sayangnya, besarnya potensi atlet usia muda tak diiringi dengan prestasi di tingkat dewasa. Akibatnya, untuk Pra-PON mendatang, Sulut terancam kesulitan pemain jika tidak mendatangkan dari luar.
TINJU
Kerja keras Pengda Pertina Sulut untuk mengembalikan kejayaan tinju Sulut masih belum menuai hasil sempurna. Akibatnya, untuk iven-iven berskala nasional petinju senior seperti Bonyx Saweho, Toar Sompotan, Novry Rainga dan Iwan Malik masih mendapatkan jatah untuk tampil di STE. Memang, di penghujung tahun 2006, satu petinju yakni Polanco Mabuat telah masuk jajaran petinju senior Sulut. Tapi, minimnya pengalaman belum mampu mengangkat prestasi Polanco untuk bisa mendekati prestasi seniornya.
GOLF
Cabang golf Sulut memberikan harapan di tahun-tahun mendatang. Itu dibuktikan dengan prestasi yang cukup spektakuler dari satu-satunya pegolf Sulut, Djoko Harman di ajang seleksi di Jakarta, akhir November 2006. Meski berjuang dengan sendiri, Djoko memberikan harapan bagi pecinta golf Sulut untuk menuai prestasi di masa yang akan datang.(***)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin