|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Air surut, penyakit datang menyerang
Sudah 367.752 Warga Aceh Mengungsi
|
Banjir yang melanda enam kabupaten di Propinsi NAD (Nanggroe Aceh Darusalam), telah mengakibatkan 90-an orang tewas dan ratusan hilang. Sampai Kamis (28/12), sedikitnya jumlah pengungsi telah mencapai 367.752 orang.
Hingga kemarin, ketinggian genangan air berangsur-angsur surut, namun beberapa lokasi banjir masih sulit dicapai karena lokasi yang becek, se-hingga penyaluran bantuan terhambat. Sekretaris Pelak-sana Harian Satkorlak Propinsi NAD Suwarno Amin menga-takan, akibat banjir dan long-sor, rumah yang hancur men-capai 1.398 unit, dan gedung sekolah 15 buah. Selain itu, de-lapan jalan dan 22 jembatan ru-sak.
Zulfikar dari Posko Relawan Komite Peralihan Aceh (KPA) di Aceh Tamiang melaporkan, air mulai surut dan jalan raya Banda Aceh-Medan sudah bisa dilalui kendaraan. Namun, pendistribusian bahan pokok ke berbagai lokasi pengungsi masih sulit dilakukan.
Nasir Musa (38), warga Aceh Tamiang, melaporkan, berda-sarkan data di Posko Satkorlak Aceh Tamiang jumlah korban tewas 60 orang dan luka-luka 162. Mereka dirawat di RS Aceh Tamiang. Sedang jumlah warga Aceh Tamiang yang mengungsi 35.000 orang. Ia juga mengungkapkan sejumlah pengungsi diserang penyakit, antara lain sesak napas, diare, demam, dan batuk-batuk.
Hal senada diungkapkan Ar-mia (40), warga Kuala Simpang. Menurut dia, banyak warga yang mengungsi di Kecamatan Ma-nyak Payed, seperti kompleks
SMU Unggul, terserang diare, demam, dan gatal-gatal.
Petugas Palang Merah Indo-nesia Aceh Tamiang, Safriana, membenarkan adanya pe-ngungsi yang terserang penya-kit. Pihaknya bekerja sama de-ngan tim SAR, dan tim PMI dari Kabupaten Bireuen dan Langsa, menangani korban banjir yang terserang penyakit. Dikatakan, banyak petugas PMI yang masih konsentrasi mengevakuasi korban dari daerah yang masih terkurung banjir.
Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mendirikan empat posko kemanusiaan untuk membantu korban di Aceh. Keempat posko itu di Lhoksukon (Aceh Utara), Langsa, Kuala Simpang dan Bukit Tinggi (Aceh Tamiang). Hingga Selasa keempat posko tersebut sudah melayani lebih dari 6.000 pengungsi.
Ketua Umum BSMI dr Basuki Supartono dalam siaran pers-nya, mengatakan, 20 relawan medis dan 50 relawan umum BSMI dikerahkan membantu korban banjir terutama di Aceh Tamiang. BSMI juga mengerah-kan tiga mobil ambulans dan perahu karet untuk membantu mengevakuasi warga dari kawa-san yang terisolasi banjir.(spc)
|
|