HOME : FOOTBALL

Berita Minahasa Induk -Minut 

29 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

‘Tahun Bencana’, SAR Tanpa Bantuan Dana

 
Tahun 2006 bisa disebut ‘tahun bencana’ di Propinsi Sulut. Sebab tak sedikit korban jiwa yang berjatuhan akibat bencana longsor dan banjir di Sulut termasuk wilayah Kabupaten Minahasa, pada tahun 2006 ini.

Berbicara tentang bencana, pasti akan terbayang dalam be-nak kita soal upaya penyelama-tan yang dilakukan semua pihak. Nah, dalam hal bencana di Mi-nahasa pada tahun 2006, peran Tim Save and Rescue (SAR) Mi-nahasa sangat-sangat nampak. Sebab frekuensi kerja satuan penyelamat yang mengemban misi kemanusiaan ini sangat tinggi, terutama dalam penca-rian orang hilang. 
Sebut saja, bencana 6 Februa-ri yang menelan korban jiwa 9 orang, masing-masing di Suluan 3 korban (satu keluarga tertim-bun longsor), di Kembes 1 orang terbawa air sungai Tondano, ser-ta 5 orang warga Ranowangko Tombariri yang terbawa banjir banding hingga ke Laut Manado Tua. Belum lagi pencarian yang dilakukan terhadap empat kor-ban di Danau Tondano pada Juli-September lalu.
Di benak saya, sejumlah ke-giatan SAR Minahasa di atas pasti ditopang dengan bantuan dana. Namun ternyata penilaian saya meleset jauh. SAR Minahasa dalam menjalankan tugas mulia ini ternyata tanpa bantuan dana dari pihak manapun. Menurut penga-kuan Ketua Tim SAR Minahasa, Jeffry Mambu, modal utama me-reka dalam melaksanakan tugas seperti ini hanyalah kemandirian SAR saja. 
“Kami melakukan ini karena merasa terpanggil. Memang ada yang bilang bahwa kami menda-pat bantuan dana dari pemerintah. Tapi itu semua tidak benar. Sekali lagi kami murni merasa terpanggil untuk peduli terhadap sesama. Prinsipnya sederhana, bagaima-na jika bencana menimpa kita. Pas-ti kita akan mengharapkan bantu-an dari orang lain,” aku Mambu kepada harian ini pekan lalu.
Sedikit bercerita, Mambu me-ngatakan bahwa keterpanggilan SAR bukan hanya dilakoni di wilayah Minahasa. Di luar dae-rah pun SAR Minahasa ikut am-bil bagian. Misalnya evakuasi banjir dan longsor di Manado , pencarian/evakuasi dua warga Tompaso Baru yang ditemukan di sungai Ranoyapo Amurang, Tsunami di Pangandaran, serta sejumlah lokasi lainnya. Namun, akunya lagi, tak ada bantuan da-na yang mengalir untuk mereka. 
Bantuan yang ada hanya seba-tas bantuan evakuasi, komuni-kasi, termasuk perahu karet dan mobil dari Kantor SAR Manado. Itu pun dipinjam, bukan diberi secara cuma-cuma kemudian menjadi aset SAR Minahasa. “Sewaktu wadah ini dideklara-sikan, kami berharap ada ban-tuan fasilitas SAR dari pihak ter-kait untuk kami. Sekarang pun kami berharap sama, supaya ke depan kami tidak lagi meminjam fasilitas SAR dari pihak lain,” harapnya.
Satu harapan lagi, agar sejum-lah personel yang masuk dalam struktur SAR Minahasa seperti Bupati Minahasa Vreeke Runtu, Drs Frits Tairas, Janes Pareng-kuan, Hengky Roring, Max R Lu-mingkewas, Drs Terry Sinaulan, Ir Alfrets Sepang dan Ketua Umum Victor Rompas, bisa memperjuangkan bantuan untuk SAR, demi misi kemanusiaan di Tanah Toar Lumimuut.(***)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin