|
|
|
|
![]() |
e![]() |
|
Penyaluran BLT-Raskin
tak Sesuai Ketentuan
|
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Beras Miskin (Raskin) di sejumlah daerah di wilayah Sulut, tidak sesuai ketentuan dan terkesan pilih kasih. Yang paling menonjol adalah keterlibatan politik dalam sistem penyaluran.
Hal ini seperti pengakuan se-jumlah masyarakat yang ada di Desa Manado Tua 2 ketika anggota DPR RI, Olly Dondo-kambey melakukan kunjungan kerja ke wilayah ini. Kepada Olly, sejumlah masyarakat meng-adukan bahwa selain jumlah raskin yang mereka peroleh hanya 5 liter, juga pemberian BLT pilih kasih.
“Kalau bukan anggota partai tertentu, pasti tidak diberi BLT. Begitu juga dengan beras mis-kin, kami hanya diberi 5 liter, padahal setahu kami harusnya 10 kilogram per KK,” kata salah seorang warga saat digelar dialog.
Menanggapi hal ini, wakil ketua Komisi XI DPR RI ini me-negaskan, pembagian Raskin dan BLT sudah diatur peme-rintah. “Sehingga dalam pelak-sanaannya di lapangan, harus sesuai ketentuan yang telah di-atur tersebut. Di luar mekanis-me itu berarti terjadi pelangga-ran,” kata Olly.
Karena itu, sesuai dengan tu-juan kunjungannya yaitu me-nyerap aspirasi, maka hal ini akan menjadi salah satu per-soalan yang akan disampaikan ke pemerintah pusat untuk di-carikan solusi. “Dan tentunya kepada pemerintah daerah kami harapkan agar bisa berlaku adil terhadap warganya dan menya-lurkan bantuan sesuai ketentu-an yang ada. Sebab kalau tidak, hal ini bisa digiring ke proses hukum,” jelasnya.
Pada kesempatan ini pula, anggota legislatif dari fraksi PDIP ini memberikan bantuan berupa 1 unit perahu katinting, 100 sak semen untuk pembangunan gereja serta uang tunai.(ami)
|
|