|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Nota keuangan APBD 2007 diajukan ke dewan
Persmin Rp 20 Miliar, Dana Pilkada Rp 8 Miliar
|
Alokasi dana sebesar Rp 20 miliar terhadap Persmin Minahasa, akhirnya dituangkan dalam draf APBD Ka-bupaten Minahasa tahun anggaran 2007. Ini dipastikan setelah Pemerintah Kabupaten Minahasa menyodorkan Nota Keuangan APBD 2007 kepada legislatif Minahasa dalam suatu rapat paripurna DPRD, Kamis (28/12).
Dalam draf tersebut, Pem-kab Minahasa juga telah me-ngatur tentang alokasi dana untuk KPUD Minahasa, yang bakal digunakan dalam Pilkada Minahasa 2007 men-datang. Hanya saja, total anggaran pilkada ini tidak sesuai dengan jumlah dana yang diajukan KPUD sebe-lumnya, yakni sekitar Rp 11 miliar. Pasalnya, dana Pil-kada Minahasa yang dia-lokasikan dalam APBD 2007 hanya berjumlah sekitar Rp 8 miliar.
Ketika dikonfirmasi, Juru Bicara Pemkab Minahasa Gla-dy Kawatu SH MSi, membe-narkan soal jumlah dana pil-kada yang dialokasikan dalam draf APBD 2007 tersebut. Kata dia, jumlah ini dihitung melalui kajian dan pertim-bangan. Baik jumlah pendu-duk dan luas wilayah, serta perbandingan jumlah dana pilkada dengan daerah lain yang telah melaksanakan Pil-kada. “Ya, ini sudah sesuai ka-jian dan pertimbangan,” ka-tanya.
Sedangkan alokasi dana Persmin sebesar Rp 20 miliar, lanjut Glady, juga telah me-lalui kajian dan pertimbangan. Namun ditegaskan, tidak be-nar isu yang menyebut bahwa dana Persmin dialokasikan sebesar 30-an miliar. Menurut dia, dana Persmin ini memang dialokasikan dalam pos ban-tuan sosial/profesi, yang seca-ra keseluruhan berjumlah se-kitar Rp 36 miliar. “Tapi tidak seluruh dana ini untuk Pers-min. Untuk Persmin hanya 20 miliar saja,” imbuhnya.
Pada bagian lain, Bupati Minahasa Drs Vreeke Runtu saat menyampaikan Nota Keuangan APBD 2007 di gedung DPRD Minahasa, Ka-mis (28/12) kemarin, me-ngatakan bahwa APBD 2007 yang akan diprioritaskan untuk kepentingan pela-yanan kepada masyarakat Minahasa itu terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah (langsung dan tidak langsung), serta pembiaya-an daerah.
Dengan perincian, jumlah pendapatan daerah sebesar Rp 444 miliar, belanja tidak langsung Rp 268 miliar (be-lanja pegawai Rp 222 miliar, belanja bantuan sosial/pro-fesi Rp 36 miliar, belanja ban-tuan keuangan kepada pe-merintahan desa Rp 8 miliar dan belanja tidak terduga se-besar 2 miliar), belanja lang-sung sebesar Rp174 miliar dan pembiayaan pemerintah daerah (investasi) kepada Bank Sulut.(dav)
|
|