|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pasang Surut Olahraga Sulut 2006(2)
|
SELAMA kurun waktu 12 bulan di tahun ‘Anjing Api’ 2006, olahraga Sulut telah melewati masa-masa yang cukup kritis. Persmasalahan dana seringkali menjadi momok bagi cabang olahraga untuk bisa mendapatkan peluang tampil dalam suatu iven berskala nasional. Akibatnya, bisa dihitung dengan jari cabang yang mampu menuai prestasi nasional dan siapa saja atlet yang mampu menyumbangkan prestasi tertinggi bagi Bumi Nyiur Melambai. Berikut ini sebuah catatan tentang olahraga Sulut berikut hasil yang diukir selama melewati tahun 2006.
BULUTANGKIS
Potensi cabang bulutangkis Sulut ternyata cukup besar. Ramainya setiap iven kelom-pok umur yang digelar Pengda PBSI Sulut membuktikan bahwa minat terhadap olah-raga ini cukup tinggi. Selain itu, kehadiran para pemandu bakat dari berbagai klub elit Indonesia juga memberi bukti bahwa potensi Sulut sebagai penghasil atlet cukup tinggi. Sayangnya, meski Sulut me-miliki segudang atlet muda potensial, untuk mendapat-kan atlet senior yang handal cukup sulit di Bumi Nyiur Me-lambai. Akibatnya, persiapan untuk menuju Pra-PON bakal terganjal karena minimnya atlet senior yang siap ber-juang untuk mempertahan-kan prestasi di PON XVI Pa-lembang 2004 lalu.
TINJU
Kerja keras Pengda Pertina Sulut untuk mengembalikan kejayaan tinju Sulut masih belum menuai hasil sempur-na. Akibatnya, untuk iven-iven berskala nasional petinju senior seperti Bonyx Saweho, Toar Sompotan, Novry Rainga dan Iwan Malik masih menda-patkan jatah untuk tampil di STE. Memang, di penghujung tahun 2006, satu petinju yakni Polanco Mabuat telah masuk jajaran petinju senior Sulut. Tapi, minimnya pengalaman belum mampu mengangkat prestasi Polanco untuk bisa mendekati prestasi seniornya. Sulut sebenarnya memiliki pe-luang besar untuk berprestasi di kategori tinju perempuan. Sayangnya, ditengah-tengah kiprah petinju perempuan di pentas nasional, justru empat petinju perempuan asal Minut hengkang ke Kaltim.
GOLF
Cabang golf Sulut memberi-kan harapan di tahun-tahun mendatang. Itu dibuktikan dengan prestasi yang cukup spektakuler dari satu-satunya pegolf Sulut, Djoko Harman di ajang seleksi nasional di Ja-karta, akhir November 2006. Meski harus berjuang sendiri, Djoko memberikan asa bagi pecinta golf Sulut dengan to-rehan prestasi di ajang selek-nas. Tak hanya itu, Djoko juga telah membuka cakrawa-la bagi masyarakat Bumi Nyi-ur Melambai tentang olahraga golf, di mana dengan prestasi yang diukirnya, cara pan-dang tentang ekslusifnya olahraga golf bisa dimini-malisir.
CATUR
Harapan pecatur Sulut untuk mencetak prestasi nasional cukup terbuka sejak Ketua Umum Pengda Percasi Sulut dijabat DR Roy Mamengko MTh PhD. Kendati dengan dana yang terbatas, selama tahun 2006 ini, Percasi Sulut ber-upaya untuk mengirimkan pe-caturnya. Memang tak semua pecatur andalan Sulut terako-modir, tapi apa yang telah di-usahakan oleh jajaran Percasi Sulut patutlah diacungi jempol. Apalagi, di era kepemimpinan Mamengko, hampir semua Pengcab telah memiliki agenda kegiatan.
TERJUN PAYUNG
Bila dihitung dengan jari, Tahun 2006 ini memang sangat jarang cabang terjun payung Sulut melakukan kegiatan. Tapi, sah-sah saja jika cabang dirgantara ini minim kegiatan. Sebab, siapapun tahu, masalah dana tentu sangat terkait dengan kegiatan olahraga terjun payung. Meski demikian, tekad atlet-atlet Sulut seperti Olivia Bolang dan Petra Man-dagi untuk tetap eksis meski peralatan sudah usang patut-lah dihargai. Apalagi, pewaris prestasi Mandagi familiy, Ping-kan Mandagi telah menyatakan tekadnya untuk tetap mene-ruskan kiprah keluarga Man-dagi di pentas olahraga terjun payung Sulut maupun Indo-nesia.
TAEKWONDO
Krisis pengurus di cabang bela diri Taekwondo hingga menjelang tutup tahun 2006 ternyata belum juga tuntas. Walaupun sudah menjalani Musyawarah Daerah (Musda) dan memilih Drs Syachrial Damopolii sebagai ketua umum, pada pertengahan tahun 2006, tapi toh personel pengurus belum juga tersele-saikan. Imbasnya, sejumlah klub di Bumi Nyiur Melambai harus berjuang sendiri untuk melakukan aktifitas. Efek lainnya, dengan tanpa pengu-rus, sulit bagi taekwondoin Sulut untuk bisa tampil di iven nasional.
OTOMOTIF
Contoh positif diberikan oleh cabang olahraga otomotif se-lama tahun 2006. Memiliki or-ganisasi yang kuat di bawah kendali Ketua Umum Pengda IMI, Drs Ronny Eman, cabang otomotif Sulut mampu meng-gelar iven sebanyak 38 kali dalam setahun. Menariknya lagi, dalam menggelar iven, seluruh potensi yang dimiliki oleh IMI Sulut ikut dilibatkan. Bahkan diantara jumlah ke-giatan tersebut, sekitar 75 persen dilaksanakan oleh klub-klub yang tersebar di Manado, Bitung, Tondano dan Tomohon.
SEPATU RODA
Cabang olahraga sepatu roda memang belum akrab dengan warga Bumi Nyiur Melambai. Tapi, justru olahraga ini eksis di tingkat nasional. Sejumlah prestasi diukir oleh atlet cabang sepatu roda di pentas nasional di tahun 2006. Sayangnya, kaderisasi di daerah sendiri tak kunjung dilakukan oleh Pengda Perserosi Sulut, walaupun sebenarnya ada potensi-potensi yang bisa digodok menjadi atlet kaliber nasional.(***)
|
|