|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Johannes Kevin Nangoi, ’Einstein’ Indonesia Berjaya
di Brasil
|
TUJUH siswa SMP asal Indonesia berjaya dalam International Junior Science Olympiade (IJSO) di Sao Paolo, Brasil, 3-12 Desember 2006. Mereka merebut dua emas, tiga perak, dan satu perung-gu. Para pelajar jenius itu ber-tarung dengan ratusan pe-serta dari 35 negara.
Meskipun tidak meraih ju-ara umum, Indonesia masuk dalam kategori pemenang olimpiade karena menggondol minimal satu emas bersama enam negara lainnya, yaitu Rusia, Taiwan, Korea Selatan, Jerman, dan Thailand. Para siswa peraih medali itu men-dapat beasiswa dari pemerin-tah Indonesia, besarnya Rp 40 juta (peraih emas), Rp 30 juta (perak), dan Rp 25 juta (perunggu).
Ketujuh pelajar jenius itu adalah Johannes Kevin Nangoi (SMP Pangudi Luhur), Fernaldo Richtia Winnerdy (SMP Kani-sius), keduanya merebut me-dali emas. Tiga peraih perak adalah Aga Krisnanda (SMPN I Purwokerto), Kevin Soedyatmi-ko (SMPK BPK Penabur IV Jakarta), dan Ivana Polim (SMP Sutomo Medan). Muhammad Rais Bahtiar (SMPN I Kara-nganyar) meraih Perunggu dan Azki Nuril Ilmiyah (SMPN I Lumajang) meraih observer.
Johannes Kevin Nangoi (11) mengikuti persiapan olimpia-de pemusatan latihan di Kara-waci, Tangerang. Untuk mem-peroleh emas dia harus mam-pu menjawab 30 soal pilihan ganda, 10 soal teori, dan soal eksperimen.
Dalam olimpiade sains itu, Kevin meraih nilai 90,5 dan berhasil mendapat emas. Urutan pertama emas direbut peserta dari Thailand dengan nilai 91,5. “Soalnya tidak gampang, tapi juga tidak terlalu sulit bagi saya,” kata siswa kelas III SMP Pangudi Luhur ini.
Dengan total nilai 90,5 Kevin berhak memboyong emas dalam olimpiade tersebut. Sayang nilai Kevin masih di bawah peserta asal Taiwan yang mendapat to-tal nilai 91,5. Putra pertama dari dua bersaudara pasangan Hen-drik Nangoi dan Rosalina Danu-di Mulyo ini sejak kecil menyu-kai pelajaran eksakta.(kcm)
|
|