|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Review 2006
Sulut Sempat Digemparkan Isu Flu Burung
|
MENGAWALI bulan September 2006, warga Sulut khususnya para pengusaha peternakan ayam sempat digemparkan dengan wabah flu burung atau Avian Influenza (AI). Hal ini menyusul matinya ratusan ayam di Desa Rumoong Bawah Kecamatan Amurang, yang diperkuat dengan hasil laporan dari 73 sampel yang diuji di Balai Besar Vreteriner Kabupaten Maros-Makassar bahwa daerah tersebut positif flu burung.
Dan sebagai imbasnya untuk memutus mata rantai wabah, maka Desa Rumoong Bawah pun diisolasi dengan cara memusnahkan ribuan ayam milik warga setempat dengan pemberian kompensasi sebesar Rp 10 ribu per ekor ayam. Hal ini, turut disaksikan oleh Tim Khusus Pemprop Sulut yang dipimpin Karo Ekonomi Gemmy Kawatu SE MSi dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan kala itu, DR Ir Lucky Longdong MED.
Meski tidak sempat membawa korban jiwa, namun tak dapat dipungkiri masalah ini sempat mempengaruhi arus perekonomian warga. Implikasinya memang akan merugikan berbagai kalangan. Pasalnya, masyarakat yang sebelumnya sangat doyan mengkonsumsi daging ayam, ketika mendengar santernya pemberitaan isu semakin hati-hati dalam mengkonsumsinya. Akibatnya tidak sedikit dari usaha rumah makan yang ada di Manado mengaku terguncang akibat anjloknya pendapatan. “Dengan adanya informasi bahwa Minsel positif flu burung, maka masyarakat akan enggan mengkonsumsi daging ayam. Ini merupakan dampak psikologis yang tak dapat dihalangi. Dan tentu saja, pengaruhnya terhadap demand akan mengalami penurunan yang drastis. Ini resiko yang harus dihadapi,” kata pengamat ekonomi, Noldy Tuerah yang juga penasehat gubernur Sulut.
Untuk memastikan kembali terhadap hasil pemeriksaan Maros, Wagub Freddy H Sualang menyarankan agar ada upaya second opinion sebagai upaya untuk mengkaji kebenaran penelitian sebelumnya. Langkah tersebut ternyata turut didukung oleh Ketua Pengusaha Peternak Ayam Petelur Sulut, Welly Tamengkol bahwa langkah second opinion yang disampaikan Wagub sangat penting. Sebab, bisa saja indikasi AI ini meleset. Sebab, tidak sedikit hasil penelilitian yang salah diagnosa.
Bagi para peternak ayam, adanya virus flu burung, bukan akhir dari segalanya. Oleh karena itu, kondisi ini secepatnya dapat dipulihkan, antara lain, dengan melakukan pemeriksaan atau uji produk unggas yang akan dipasarkan.(*)
|
|