|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Dari informal meeting insan pers Sulut
WOS dan Revitalisasi Birokrasi, ‘PR’ Sarundajang
|
TAHUN 2007 akan menjadi era penuh tantangan bagi Su-lut, khususnya pemerintahan duet Drs Sinyo Harry Sarun-dajang dan Freddy Harry Sualang. Pematangan persia-pan World Ocean Summit (WOS), melanjutkan revitalisa-si birokrasi, memacu pemba-ngunan sektor-sektor unggu-lan dan memenuhi kebutuhan strategis masyarakat, merupa-kan sederet pekerjaan rumah (PR) yang tak ringan.
Demikian benang merah ‘in-formal meeting’ insan pers Sulut bersama beberapa tokoh masyarakat yang berlangsung di Lekker Café, Manado, kemarin (29/12) petang. Hadir antara lain, wartawan senior Harian Kompas Freddy Roe-roe, Pemred Harian Komentar Friko Poli, Pemred Harian Metro Jimmy Saroinsong, Kepala LKBN Antara, Jootje Kumajas, wartawan senior Ferry Rende (Travel TV/Iden-titas), Arifin Labenjang (RCTI), Rizal Layuck (Kompas), Fanny Waworundeng (Suara Pemba-ruan), Landy Wowor (Komen-tar) serta beberapa lagi. Se-dang tokoh masyarakat yang sempat aktif melakukan ‘sha-ring’ antaranya, Teddy Ku-maat SE (Barindo) dan Dolfie Maringka (Kapet).
Bagi insan pers Sulut, ide menjadikan Sulut sebagai tempat pelaksanaan WOS 2009, merupakan ‘gagasan brilian’ namun perlu per-juangan ekstra keras seluruh jajaran dan elemen masya-rakat.
Karena itu, tugas berat yang mesti segera dilakukan adalah ‘meyakinkan dunia’. Dalam konteks ini, menyiapkan ma-syarakat dengan menjadikan WOS sebagai ‘milik masya-rakat’ juga tak boleh dipan-dang sebelah mata.
Selain itu, kata kunci yang sangat strategis agar WOS benar-benar terlaksana di daerah ini adalah diplomasi. Identik dengan dunia bisnis, untuk meng-goal-kan WOS, perlu profesionalisme marke-ting. Karenanya, penting diga-risbawahi peran public relat-ion.
Gagasan tindaklanjut ‘diplo-masi’ yang dapat segera dilak-sanakan, antara lain, mengun-dang sejumlah jurnalis media internasional ternama di dunia untuk melihat langsung ‘Sulut sebagai calon tempat pelaksa-naan WOS 2009’. Selain itu, terus mengupayakan agar pelaksanaan pertemuan-pertemuan berskala nasional maupun internasional diada-kan di daerah ini, juga mesti tetap dilakukan.
Secara teknis, ditambahkan, guna mendukung ‘diplomasi’ guest house Gubernuran Bumi Beringin dapat ‘difungsikan’ secara optimal. “Jadikan itu laksana hotel berbintang lima,” kata mereka sependa-pat. Fungsinya, setiap tamu, baik investor, diplomat, jur-nalis luar negeri serta tokoh lainnya yang berkunjung ke Sulut dapat dilayani di tempat itu dengan filosofi ‘custumer is the king’.
REVITALISASI
Di sisi lain, catatan penting yang juga mendapat perhatian serius adalah perlunya dilan-jutkan revitalisasi birokrasi. Diakui, memang siapa pun gubernur akan sulit membuat gebrakan tanpa ada peruba-han ‘atmosfir birokrasi’ yang bekerja dengan pola seperti sudah ‘terbiasa selama pulu-han tahun’. Imbasnya, sejauh ini masih terlihat seolah-olah ‘top leader’ berlari laksana ‘mo-bil Terrano’ sementara ‘middle management’ masih bergerak laksana ‘bentor’.
Kesan yang kemudian masih muncul, top leader seakan-akan bekerja ‘single fighter’ padahal banyak gagasan dan program besar yang membu-tuhkan profesionalisme pe-laksananya. Karenanya, ta-hun 2007 nanti, restruk-turisasi birokrasi tampaknya masih perlu dilakukan.
Selain itu, mencermati UU Nomor 22, sebetulnya ada ce-lah yang bisa diupayakan yak-ni dengan mengangkat tenaga-tenaga profesional sebagai staf ahli sampai di tingkat unit kerja/dinas.
Keterlibatan mereka dalam proses ‘manajemen pemba-ngunan’ dapat diotimalkan, sehingga setiap unit kerja dapat optimal menjabarkan ‘grand design’ pembangunan Sulut sesuai visi dan misi pemerintahan yang ada. Bila perlu, setiap program yang tidak mendapat ‘sign’ tenaga profesional ini dapat ditolak gubernur/walikota atau bupati.
Aspek peningkatan profesio-nalisme aparatur juga perlu te-rus dipacu. Tenaga-tenaga mu-da yang potensial dapat diberi kesempatan meningkatkan ‘kualitasnya’ dengan memberi kesempatan mengenyam pen-didikan, bahkan dapat lewat program magang di lembaga pemerintahan yang dipandang sudah ‘mapan’ birokrasinya (di luar negeri). Bukan tak mung-kin suatu waktu nanti, Sarun-dajang-Sualang akan terse-nyum bangga karena sekian banyak kadernya sudah ber-hasil. Semoga!(*)
|
|