HOME : FOOTBALL

Berita Sanger dan Talaud 

30 December 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Warga Beng Laut Minta Difasilitasi Radio SSB

 

 IKUTI BERITA LAIN

Harga Terigu, Beras dan Gusir Melonjak

Sitaro Pisah, Anggaran Terdongkrak 

Warga salah satu pulau terluar di Sangihe, yakni Pulau Beng Laut, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, meminta Pemkab Sangihe memfasilitasi pulau tersebut dengan alat komunikasi Single Side Band (SSB) . Pasalnya warga setempat sudah beberapa kali memergoki kapal-kapal yang diduga akan menyeludup ke Filipina, berlabuh di dekat pulau itu. 

Hal tersebut dikatakan Kapi-talaung Pulau Beng Laut, Kau-salang Tatamang kepada war-tawan belum lama ini. Disebut Tatamang, saat ini mereka sangat kesulitan menginforma-sikan ke kantor camat maupun ke pos polisi jika ada hal yang mencurigakan di Pulau Beng Laut. Bahkan diceritakan Tata-mang, beberapa bulan lalu, ia bersama warga pulau terse-but sempat memergoki sebuah kapal sejenis kapal penam-pung ikan bernama KM Ca-haya Bulan, sedang berlabuh di dekat pulau tersebut. Me-reka sendiri tak bisa berbuat apa-apa. Padahal saat Tata-mang dan warga lainnya me-meriksa kapal tersebut, mua-tannya ternyata berisi bebe-rapa kubik kayu yang sudah dalam pengepakan. 
Penjelasan kapten kapal ke-pada Tatamang, balok-balok ka-yu itu diambil dari Kalimantan untuk dibawa ke Toli-Toli, Sul-teng. Namun Tatamang men-curigai muatan kapal itu tidak akan dibawah ke Toli-Toli, me-lainkan akan diselundupkan ke Filipina. 
Sangat disayangkan, saat Ta-tamang pergi melaporkan hal itu ke Camat Tabsel Tengah di Kampung Salurang, kapal yang rata-rata ABK-nya itu menggunakan bahasa bugis, langsung angkat jangkar pergi meninggalkan pulau tersebut.
“Mengingat banyak hal yang mencurigakan terjadi di Pulau Beng Laut, kami sangat mem-butuhkan alat komunikasi jarak jauh sejenis SSB. Apalagi saat ini Pemkab Sangihe ber-sama pihak keamanan sedang memperketat pengawasan per-batasan,” ujarnya.(med) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin