|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Warga Beng Laut Minta Difasilitasi Radio SSB
|
Warga salah satu pulau terluar di Sangihe, yakni Pulau Beng Laut, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, meminta Pemkab Sangihe memfasilitasi pulau tersebut dengan alat komunikasi Single Side Band (SSB) . Pasalnya warga setempat sudah beberapa kali memergoki kapal-kapal yang diduga akan menyeludup ke Filipina, berlabuh di dekat pulau itu.
Hal tersebut dikatakan Kapi-talaung Pulau Beng Laut, Kau-salang Tatamang kepada war-tawan belum lama ini. Disebut Tatamang, saat ini mereka sangat kesulitan menginforma-sikan ke kantor camat maupun ke pos polisi jika ada hal yang mencurigakan di Pulau Beng Laut. Bahkan diceritakan Tata-mang, beberapa bulan lalu, ia bersama warga pulau terse-but sempat memergoki sebuah kapal sejenis kapal penam-pung ikan bernama KM Ca-haya Bulan, sedang berlabuh di dekat pulau tersebut. Me-reka sendiri tak bisa berbuat apa-apa. Padahal saat Tata-mang dan warga lainnya me-meriksa kapal tersebut, mua-tannya ternyata berisi bebe-rapa kubik kayu yang sudah dalam pengepakan.
Penjelasan kapten kapal ke-pada Tatamang, balok-balok ka-yu itu diambil dari Kalimantan untuk dibawa ke Toli-Toli, Sul-teng. Namun Tatamang men-curigai muatan kapal itu tidak akan dibawah ke Toli-Toli, me-lainkan akan diselundupkan ke Filipina.
Sangat disayangkan, saat Ta-tamang pergi melaporkan hal itu ke Camat Tabsel Tengah di Kampung Salurang, kapal yang rata-rata ABK-nya itu menggunakan bahasa bugis, langsung angkat jangkar pergi meninggalkan pulau tersebut.
“Mengingat banyak hal yang mencurigakan terjadi di Pulau Beng Laut, kami sangat mem-butuhkan alat komunikasi jarak jauh sejenis SSB. Apalagi saat ini Pemkab Sangihe ber-sama pihak keamanan sedang memperketat pengawasan per-batasan,” ujarnya.(med)
|
|