|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Suasana Aman Ibadah Natal,
Harus Dimantapkan di Tahun Baru
|
Suasana aman dan terkendalinya pelaksanaan ibadah Natal Tuhan Yesus Kristus 25-26 Desember lalu, dan terlibatnya umat Muslim dalam menjaga ibadah tersebut diharapkan juga tercipta dan lebih dimantapkan serta dimaksimalkan dalam pelaksanaan ibadah tutup tahun dan ibadah tahun baru 1 Januari 2007 mendatang.
Seperti yang dikatakan Pucuk Pimpinan KGPM Pdt Teddy Batasina STh kemarin, kondisi keamanan pada perayaan Natal lalu dan komitmen bersama dalam menciptakan kebersamaan antar umat beragama sekiranya harus dimantapkan dan dimaksimalkan toleransi yang saling menghidupi dalam perayaan Ibadah tutup tahun dan Tahun Baru 1 Januari 2007 sekiranya.
“Selain itu dalam merakit kebersamaan sekaligus memperkokoh komitment meskipun dalam kepelbagaian,” katanya seraya menambahkan kondisi keamanan tersebut akan tercipta bila seluruh masyarakat terlibat dalam menciptakan keamanan tersebut.
Sementara itu Pdt John Manampiring juga menyatakan hal senada. Dimana menurut dia, terciptanya keamanan dalam pelaksanaan ibadah Natal baru lalu sekiranya juga tercipta pada pelaksanaan ibadah tutup tahun dan tahun baru mendatang.
“Dengan keterlibatan umat muslim dalam menjaga keamanan selama ibadah Natal sekiranya patut dicontoh daerah lain, inilah salah satu cermin kehidupan umat beragama di Sulut yang terkenal dengan kerukunannya,” tambah Manampiring.
Tetap Rukun
Kakanwil Departemen Agama (Depag) Sulut Hi Drs Halil Domu, mengatakan kerukunan umat beragama di Sulut tetap terjaga. “Di Sulut sendiri umat beragama tetap Rukun, ini dapat dilihat dalam berbagai kehidupan beragama yang ada termasuk dalam pelaksanaan ibadah keagamaan,” katanya.
Bahkan tambahnya, kerukunan umat beragama di Sulut menjadi contoh daerah lain dalam menciptakan kebersamaan dan bergandengan tangan antar umat beragama terutama dalam menjalankan ibadahnya masing-masing.
Pada pelaksanaan ibadah Natal baru lalu, menurut dia merupakan satu contoh kehidupan umat beragama di Sulut. Dimana antara satu agama dengan agama lain saling menghormati terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah perayaan keagamaan dan ibadah ditempat-tempat ibadah maupun di rumah-rumah. “Sekiranya hal ini terus tercipta dan kerukunan tetap terjaga,” pintanya.(lex)
|
|