|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dari Pemekaran Desa Hingga Pemekaran Kabupaten Mitra(2)
|
DESAKAN adanya pemekaran wilayah baik itu desa hingga kabupaten, ternyata di tahun 2006 ini cukup ‘heboh’ dan mewarnai roda pemerintahan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang dinahkodai Bupati Drs Ramoy Markus Luntungan.
Di mana, dengan menyele-saikan semua persoalan dengan kepala dingin atau akal sehat, maka masalah yang bakal me-mecah persatuan dan kesatuan warga, itu bisa dihindari sehing-ga kerukunan dan kedamaian terus tercipta di antara sesama manusia.
“Usulan pemekaran wilayah itu kan untuk mendapatkan pe-layanan yang cepat dan prima, jadi bukan untuk warga ter-kotak-kotak. Karena perlu di-ingat, warga Minsel dan Mitra masih merupakan suatu sub etnis yang tak bisa dipisahkan,” tegas Luntungan.
Begitu juga menyangkut soal pendanaan daerah pemekaran baru, hingga persoalan proyek pembangunan yang diduga ba-kal dipending di setiap desa maupun kecamatan pemekaran baru. Menurut Luntungan, di-karenakan semua itu telah di-anggarkan dalam APBD Minsel 2006, maka mau tak mau atau otomatis, semua pendanaan ser-ta perbaikan infrastruktur di sejumlah wilayah pemekaran baru harus disentuh dengan program pembangunan.
Karena semuanya didapatkan berkat kerjasama semua lapisan masyarakat baik yang ada di Minsel dan Mitra.
“Sedangkan anggaran 2007 dan 2008 nanti Pemkab Minsel tetap harus membantu daerah pemekaran baru, apalagi itu sudah tertata. Itu pasti harus disalurkan dan diberi,” ujar Lun-tungan.
Dengan demikian, kiranya per-soalan pemekaran wilayah yang terjadi di Minsel dan Mitra saat ini, ke depan bukan menjadikan wilayah tersebut, maupun war-ga yang ada di dalamnya men-jadi terkotak-kotak atau men-jadikan jarak perbedaan, me-lainkan itu semakin membuat warga memahami arti dari pro-ses pemekaran tersebut yakni mendekatkan diri dari pela-yanan pemerintah secara cepat dan prima.(***)
|
|