|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Mitra, Misi Mustahil yang Menjadi Kenyataan
|
DENGAN disahkannya Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dalam ra-pat paripurna DPR RI tanggal 8 Desember, saat ini Mitra tinggal menung-gu penetapan oleh pre-siden yang nantinya di-ikuti peresmian dan pe-lantikan penjabat bupati.
Dalam perjalanan menuju dae-rah otonom untuk berpisah de-ngan Minsel, pembentukan Ka-bupaten Mitra banyak sekali lika-liku. Mitra dikategorikan sebagai misi mustahil. Tapi syukur, se-bagai umat yang percaya terhadap rencana Tuhan, para pejuang ber-keyakinan dan berpegang teguh pada iman. Dan akhirnya mem-buahkan hasil setelah melewati tantangan, rintangan, hambatan.
Dikatakan misi mustahil, ka-rena saat Mitra digaungkan, Min-sel sebagai kabupaten induk me-mang baru saja dimekarkan dari Minahasa. Di mana aturan me-nyatakan pemekaran selanjutnya baru bisa terwujud minimal tujuh tahun kemudian.
Lebih dari itu, di lapangan jum-lah pejuang plus aktivis dan pi-hak-pihak yang mendukung per-juangan, sangat berbeda secara signifikan. Bisa dikata dengan jumlah penduduk Mitra 103 jiwa lebih, prosentasenya 1 berban-ding 500 orang. Sehingga setiap ada pertemuan, dialog dan so-sialisasi Mitra, selalu saja diwarnai insiden saling perang argumen-tasi, bahkan terkadang nyaris menjurus pada tindakan anarkis, yang didominasi kubu menolak.
Namun karena kuatnya upaya dan semangat para pejuang, ak-tivis dan kelompok pendukung perjuangan, akhirnya wacana Mitra bagaikan bola salju. Di ma-na semakin lama bergulir, sema-kin besar kelompok yang getol menyuarakan aspirasi.
Siapapun akhirnya tak mampu membendung lajunya lari bola salju. Berbagai pihak yang me-nolak, komplain, melakukan pro-tes dan berupaya menghalang-halangi bahkan menggagalkan perjuangan, akhirnya roboh dan luluh lantah tergilas, malahan remuk digilas oleh wacana Mitra.(***)
|
|